GEMI Maal dan LAZ MKU Salurkan Air Bersih untuk Warga Gagan dan Kedungpoh Lor yang Dilanda Kekeringan

Musim kemarau yang panjang membuat warga Desa Gagan dan Kedungpoh Lor kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk meringankan beban tersebut, GEMI Maal bekerja sama dengan LAZ MKU menggelar dropping air bersih di dua desa itu.
Kekeringan di Gagan dan Kedungpoh Lor kian terasa karena sungai-sungai yang biasanya menjadi sumber air warga ikut mengering. Dengan pasokan yang sangat terbatas, warga harus pandai-pandai berhemat. Sebagian dari mereka bahkan hanya menggunakan satu ember air untuk kebutuhan mandi agar persediaan di rumah tidak cepat habis.
Kesulitan ini dirasakan langsung oleh Bu Yatmi, warga RT 04 Kedungpoh Lor. Menurutnya, sumur bor yang ada di lingkungannya hanya bisa diandalkan ketika musim hujan.
“Saat musim hujan untungnya ada sumur bor, namun ketika musim kemarau, sumur bornya kering. Kadang tiga hari sampai satu minggu baru dapat air. Jadi, jika tidak ada bantuan dari tangki, memang kekurangan air,” tuturnya saat diwawancarai GEMI Maal.
Cerita Bu Yatmi menunjukkan bahwa air bersih adalah kebutuhan mendasar yang sulit digantikan. Ketika sumber air setempat mengering, warga bergantung pada bantuan dari luar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci, hingga memasak.
Melalui kegiatan dropping air ini, GEMI Maal dan LAZ MKU berupaya hadir di tengah warga yang sedang menghadapi masa sulit. Kolaborasi kedua lembaga menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus ikhtiar agar kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak kekeringan tetap terpenuhi.
Kekeringan seperti ini hampir selalu berulang setiap musim kemarau, sehingga kepedulian dari berbagai pihak sangat dibutuhkan. Dukungan dari para donatur dan masyarakat luas diharapkan dapat membantu menjangkau lebih banyak warga yang masih kesulitan air.


