
Koperasi Syariah GEMI Terima Kunjungan Studi Banding Koperasi Produsen “Insan Madani Sentosa”
Koperasi Produsen “Insan Madani Sentosa” dari Kalimantan Selatan melakukan kunjungan studi banding ke Koperasi Syariah GEMI Yogyakarta pada tanggal 27 November 2025 sebagai upaya memperkuat kapasitas kelembagaan dan meningkatkan kualitas pengelolaan koperasi pemula. Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi kedua pihak untuk bertukar pengalaman terkait strategi pengembangan koperasi yang berkelanjutan.
Rombongan Koperasi Produsen “Insan Madani Sentosa” diterima langsung oleh jajaran pengurus dan manajemen Koperasi Syariah GEMI. Dalam pertemuan tersebut, peserta mempelajari tiga fokus utama: mekanisme pembagian SHU, pengembangan unit usaha yang relevan bagi koperasi pemula, serta pengelolaan SDM berbasis digitalisasi.
1. Pembagian SHU Tahunan yang Transparan dan Berbasis Kinerja Usaha
Pada sesi pertama, GEMI memaparkan mekanisme pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) yang diterapkan setiap akhir tahun. Penjelasan mencakup alur perhitungan SHU, proporsi antara anggota, dana cadangan, hingga kontribusi masing-masing unit usaha terhadap pendapatan koperasi.
Model pembagian SHU GEMI dinilai relevan dan mudah diadaptasi oleh koperasi pemula karena menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta melibatkan anggota dalam proses evaluasi kinerja tahunan.
2. Usaha Relevan bagi Koperasi Pemula
Sesi berikutnya membahas berbagai jenis usaha yang dapat menjadi langkah awal bagi koperasi baru. Koperasi Syariah GEMI berbagi pengalaman mengenai unit usaha simpan pinjam, pembiayaan produktif bagi UMKM, serta layanan pendampingan usaha anggota.
Insan Madani Sentosa menilai pendekatan GEMI dapat dijadikan referensi untuk mengembangkan usaha yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga memberdayakan anggota secara berkelanjutan.
3. Pengelolaan SDM Berbasis Digitalisasi
Dalam sesi terakhir, GEMI memperkenalkan sistem digital yang telah diterapkan untuk mendukung manajemen SDM dan operasi koperasi. Mulai dari absensi, pengelolaan data anggota, hingga monitoring pembiayaan, seluruh proses telah diintegrasikan melalui platform digital internal.
Pengurus Insan Madani Sentosa menilai pemanfaatan digitalisasi ini sangat penting untuk efisiensi kerja, terutama bagi koperasi pemula yang ingin membangun sistem administrasi modern sejak awal.
Kunjungan studi banding ini diharapkan menjadi langkah awal kerja sama yang lebih luas antara kedua koperasi serta menjadi inspirasi bagi Insan Madani Sentosa untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan profesionalitas SDM, dan mengembangkan usaha yang relevan bagi anggotanya.


