Tim PKM-MBKM Biologi UGM dan Koperasi GEMI Gelar Pelatihan Biopori: Solusi Cerdas Kelola Air dan Sampah

Tim PKM-MBKM Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dengan Koperasi GEMI sukses menyelenggarakan kegiatan “Pelatihan Pembuatan Biopori: Solusi Ramah Lingkungan untuk Pengelolaan Air dan Sampah Organik”.

Acara yang digelar pada hari Minggu, 2 November 2025 ini bertempat di kediaman Ibu Sudartini dan diikuti dengan antusias oleh Ibu-ibu anggota Bank Sampah Gemi Dusun Ngireng-ireng, Panggungharjo. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pendekatan One Health serta praktik langsung pelestarian lingkungan.

Sesi 1: Edukasi One Health dan Manfaat Biopori

Kegiatan diawali dengan sesi pemaparan materi oleh tim pelaksana yang terdiri dari Wahyu Aristyaning Putri, S.Si., M.Sc., Ph.D., Chatarina Meiliawati Kristianti, dan Aprilia Kusuma Wardani. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan dengan konsep One Health, yaitu pendekatan kolaboratif untuk menyeimbangkan kesehatan manusia, hewan, dan ekosistem secara berkelanjutan.

Pemasangan pipa biopori diperkenalkan sebagai salah satu implementasi nyata One Health di tingkat rumah tangga. “Biopori merupakan lubang silindris yang dibuat vertikal ke dalam tanah untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air,” jelas tim pemateri.

Para peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai manfaat biopori, di antaranya:

  • Mengurangi risiko banjir dan mencegah erosi tanah.
  • Meningkatkan jumlah cadangan air bersih dan kualitas air tanah.
  • Efektif dalam mengolah limbah organik menjadi kompos.
  • Melestarikan biota tanah dan mengurangi risiko penyakit.

Sesi 2: Praktik Pembuatan Lubang Resapan

Memasuki sesi kedua, peserta diajak melakukan praktik langsung pembuatan lubang resapan biopori. Berbekal alat dan bahan seperti bor tanah, pipa biopori, sekop, dan sampah organik, ibu-ibu anggota Bank Sampah Gemi mempraktikkan tahapan pembuatan yang benar.

Proses dimulai dengan memilih lokasi strategis atau area yang sering tergenang air. Peserta kemudian membuat lubang menggunakan bor tanah dengan diameter 10-30 cm dan kedalaman sekitar 30-100 cm. Setelah lubang siap, pipa biopori dipasang dengan memastikan permukaan atasnya sejajar dengan tanah.

Langkah terakhir yang krusial adalah memasukkan sampah organik ke dalam pipa. Sampah organik ini berfungsi memicu biota tanah seperti cacing dan semut untuk membuat rongga alami (biopori) di dalam tanah, yang nantinya menjadi saluran bagi air untuk meresap.

Kegiatan ini diharapkan menjadi upaya pelestarian lingkungan yang berkelanjutan bagi warga Dusun Ngireng-ireng dalam menjaga ketahanan pangan ekosistem dan kesehatan lingkungan sekitar.

SHARE THIS POST
Koperasi GEMI
Koperasi GEMI
Articles: 88