fbpx

Festival Wakaf Kedua Thailand: The Power of Emak-Emak

Alhamdulillah menjelang Ramadhan 1439H lalu diadakan Festival Wakaf Kedua di Pattani Thailand. Inilah kali kedua Penulis menjadi saksi sejarah pesatnya kemajuan Wakafpreneur di Selatan Thailand. Acara Festival Wakaf Produktif berlangsung penuh dua hari dari pukul 8.00 pagi hingga 22.00 malam di area Asean Mall Pattani. Selama 12-13 Mei 2018 semua warga Pattani dan sekitarnya seperti

Ke Pantai, Ini Cara Asyik GEMI Lakukan RAT 2017

Gemi.co.id – Koperasi GEMI (Gerakan Ekonomi Kaum Ibu) melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2017 pada hari Minggu, 25 Maret 2018 kemarin. Agenda yang dilaksanakan di Pantai Kukup ini dimulai pukul 08.00 sampai pukul 16.00 Dalam kesempatan ini, Ekantini, selaku Direktur Utama menyampaikan rasa terima kasihnya kepada fasilitator rembug minggon dan para anggota yang telah memercayakan

GEMI Menuju Agen Pembangunan Masyarakat

“Apa Jati Diri GEMI?” Pertanyaan di atas membuat kru GEMI terdiam dan saling memandang satu sama lain. Merunut kembali di masa awal pembuatan Koperasi GEMI, para pengurus GEMI kemudian saling menceritakan kembali bagaimana GEMI berdiri dan apa falsafahnya. Bersama Jamil Abbas, Pengurus Pusat PBMT Ventura, pengurus dan pengelola Koperasi GEMI berdiskusi mengenai hal-hal yang terjadi

Mengolah Sampah Organik Skala Rumah Tangga

Salah satu bentuk pengembangan dari Bank Sampah adalah mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos. Jika Bank Sampah pada umumnya masih mengelola sampah anorganik maka membuat pupuk kompos bisa menjadi alternatif mengelola sampah organik. Memang, sampah organik dapat terurai di tanah, namun hal ini akan membutuhkan waktu yang lama untuk merasakan manfaatnya. Jika diolah menjadi pupuk

”Sampah Jadi Berkah!”

Setiap hari kita menghasilkan sampah yang jumlahnya ratusan ton. Sampah-sampah tersebut di buang begitu saja tanpa dipilah. Padahal beberapa sampah masih bisa di daur ulang. Selain itu kebiasan buruk masyarakat membuang sampah sembarangan di jalan dan sungai, terkadang sampah tersebut juga dibakar. Padahal membakar sampah berbahaya bagi pernafasan. Apalagi jika yang dibakar adalah sampah plastik,

Waktu Mengeluarkan Zakat Fitrah

1.Waktu utama (afdhal) Waktu yang afdhal untuk menunaikan zakat fitrah adalah mulai dari terbit fajar pada hari ‘Idul Fitri hingga dekat waktu pelaksanaan shalat ‘Ied. Ibnu Umar radhiyallahu anhu berkata: “Nabi shallallahu alaihi wasallam memerintahkan untuk menunaikan (zakat fitrah) sebelum keluarnya orang-orang menuju shalat (Id).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Ibnu ’Abbas ra berkata: ”Barangsiapa yang

Zakat Fitrah Dalam Bentuk Uang

Terdapat perbedaan pendapat mengenai boleh tidaknya mengeluarkan zakat fitrah dalam bentuk uang, yaitu: 1.Tidak boleh mengeluarkan dalam bentuk uang. Ini adalah pendapat Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, dan Imam Abu Dawud. Alasannya, syariat telah menyebutkan apa yang mesti dikeluarkan, sehingga tidak boleh menyelisihnya. Zakat sendiri juga tidak lepas dari nilai ibadah, maka yang seperti

Zakat Fitrah

A. Makna Zakat Fitrah Makna zakat secara bahasa adalah bertambah atau meningkat (an-Namaa) dan juga dapat diartikan berkah (barakah), banyak kebaikan (katsrah al-khair) dan mensucikan (thathhir). Sedangkan makna zakat secara syar’i adalah: ”Nama harta tertentu, dikeluarkan dari harta tersebut dengan cara tertentu, dan diberikan kepada golongan tertentu.” (Ibrahim Al-Baijuri). Arti fitrah adalah merujuk pada keadaan

Pihak-pihak yang Berhak Menerima Zakat

Allah swt. berfirman, ”Sesungguhnya, zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah. Dan , Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.” (At-Taubah: 60) Berdasarkan ayat diatas, diketahuilah bahwa yang

Pihak-pihak yang Berhak Menerima Zakat

Allah swt. berfirman, ”Sesungguhnya, zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah. Dan , Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.” (At-Taubah: 60) Berdasarkan ayat diatas, diketahuilah bahwa yang