Usaha Tebas Buah – Ibu Sri Romadhoni

Ibu Sri Romadhoni menjalani profesi yang sangat bergantung pada dinamika alam dan musim, yaitu sebagai penebas buah. Dalam menjalankan usahanya, beliau membeli hasil panen langsung dari pohon milik petani melalui sistem tawar-menawar yang kompetitif. Menjadi anggota GEMI selama empat tahun terakhir, Ibu Sri memanfaatkan pinjaman modal sebesar 3 juta rupiah untuk membiayai transaksi tebasan buah tersebut. Karena sangat bergantung pada musim, penghasilan beliau cenderung tidak menentu, dengan rata-rata laba bersih sekitar 500 ribu rupiah.

Dalam operasional harian, Ibu Sri menghadapi kendala yang cukup besar pada sektor logistik. Kapasitas angkut menjadi faktor penentu seberapa banyak hasil panen yang bisa beliau ambil. Saat ini, beliau sangat membutuhkan sarana transportasi yang lebih memadai, seperti kendaraan roda tiga (Tossa), agar dapat mengangkut hasil tebasan dalam jumlah besar sekaligus. Selain keterbatasan armada, beliau juga mengharapkan adanya tambahan modal yang lebih besar agar bisa mengambil cakupan lahan tebasan yang lebih luas, sehingga produktivitas usahanya dapat terus meningkat seiring berjalannya waktu.

Bagikan