
Penjual Nasi Bubur – Ibu Rantiyem
Menetap di Dusun Kaliputih, Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Ibu Rantiyem memulai rutinitas setiap pagi dengan mengolah nasi bubur di dapur rumahnya. Setelah siap, beliau menjajakan bubur tersebut keluar untuk melayani para pelanggan di sekitar lingkungannya. Sebagai anggota kelompok “Flamboyan” yang telah bergabung dengan GEMI selama tiga tahun, beliau memanfaatkan dukungan pinjaman modal untuk pengadaan bahan baku esensial seperti beras, bumbu dapur, hingga kayu bakar untuk proses memasak.
Meskipun penghasilan dari berjualan nasi bubur tidak dapat dipastikan secara detail setiap harinya, Ibu Rantiyem memperkirakan laba bersih yang diperoleh berada di kisaran lebih dari 20 ribu rupiah per hari, atau sekitar 600 ribu rupiah per bulan. Bagi beliau, hasil tersebut sudah dirasa cukup untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari. Kesederhanaan dan ketekunan Ibu Rantiyem dalam menjaga kualitas bubur buatannya menjadi kunci keberlangsungan usaha mikro yang beliau jalani secara mandiri ini.



