fbpx

Peranan Sosial Koperasi Syariah

Salah satu peranan terpenting yang dimiliki koperasi syariah adalah fungsi sosial yang dimilikinya. Hal inilah yang dirasa oleh berbagai kalangan sangat cocok di dalam semangat ekonomi kerakyatan yang diharapkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Dengan semangat gotong-royong, koperasi berdiri, dengan semangat ekonomi kerakyatan, koperasi syariah dilahirkan. Selain itu, peranan ini pulalah yang membedakan koperasi syariah

Bu Sumirah yang Berjualan dari Rumah

Dari Padukuhan Pakelrejo, Piyaman, Wonosari, kita berjumpa dengan Bu Sumirah. Sebagai pedagang toko kelontong dan sayuran, beliau memang lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah. Bu Sumirah merupakan anggota Koperasi GEMI Gunungkidul yang tergabung dalam Rembug Madep Mantep. Bu Sumirah menekuni usaha jualan sayur semenjak bergabung menjadi anggota GEMI pada tahun 2008. Latar belakang kehidupan beliau

Bu Sayem, Penggendong Tenggok dari Gunungkidul

Bu Sayem, anggota GEMI Gunungkidul ini sehari-harinya berjualan sayur keliling. Bertempat tinggal di Dusun Sidorejo, Ponjong, Gunungkidul, Bu Sayem sudah melakoni usaha ini selama 30 tahun. Suami Bu Sayem adalah seorang petani dan peternak, sedangkan anak beliau bekerja di tempat lain. Meski usianya tak lagi muda, Bu Sayem tetap bersemangat mencari rezeki dari berjualan sayur.

Tujuh Kriteria Pembiayaan Koperasi Syariah

Koperasi syariah selain menerima calon anggota pembiayaan yang datang langsung ke kantor koperasi syariah, juga proaktif dalam menjaring calon anggota pembiayaan. Hal ini dilakukan agar dana pembiayaan koperasi syariah berjalan aman dan menguntungkan. Selain itu, agar program pembiayaan ini dapat dikucurkan kepada pihak yang tepat sasaran dan memberikan dampak kesejahteraan. Dalam menganalisa calon-calon anggota pembiayaan,

Mengenal Rembug : Retno Palupi

Nama rembug : Retno Palupi Jumlah anggota : 10 orang Alamat rembug : Kp. Kantilrejo, Kel Ngupasan, Kec Gondomanan, Kota Yogyakarta Usaha anggota : warung makan, angkringan, bakmi jowo, daging mentah,dll Dari kantor ke Jalan Kusumanegara lalu lurus menuju kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Setelah melewati perempatan Hotel Melia Purosani, Anda akan bertemu dengan

Kisah Abu Musa, Umar bin Khattab, dan Kedua Putranya

Abdullah dan Ubaidullah, keduanya anak Umar bin Khattab, pernah bergabung dalam sebuah pasukan menuju Irak. Tatkala kembali, mereka berdua melewati Abu Musa Al Asy’ari yang pada saat itu menjadi gubernur Bashrah. Abu Musa kemudian menyambut keduanya dengan senang hati seraya berkata; “Sekiranya aku bisa memberikan sesuatu yang dapat bermanfaat kepada kalian di hari kemudian, niscaya

Kiprah Kaum Perempuan dalam Wakaf (bagian 2)

Wanita-Wanita Populer dalam Perwakafan Nama-nama kaum wanita setelah masa sahabat, yakni pada masa dinasti Umaiyah, tidak banyak yang dicatat oleh sejarah, khususnya dalam perwakafan. Hal demikian itu karena masa dinasti Umaiyah lebih banyak disibukkan oleh kegiatan perluasan wilayah geografis dan politis, disamping kesibukan meredam konflik internal umat Islam sendiri. Kemunculan peran wanita dalam ranah sosio-kultural

GEMI Menuju Agen Pembangunan Masyarakat

“Apa Jati Diri GEMI?” Pertanyaan di atas membuat kru GEMI terdiam dan saling memandang satu sama lain. Merunut kembali di masa awal pembuatan Koperasi GEMI, para pengurus GEMI kemudian saling menceritakan kembali bagaimana GEMI berdiri dan apa falsafahnya. Bersama Jamil Abbas, Pengurus Pusat PBMT Ventura, pengurus dan pengelola Koperasi GEMI berdiskusi mengenai hal-hal yang terjadi