KSU GEMI ALHAMDULILLAH YAA…….SESUATU

Oleh : Suroso 
Fasilitator GEMI Area Gunungkidul


Diawal bergabung dengan KSU GEMi saya sangat bahagia,pasalnya apa,,,,???? Melihat bahwa KSU GEMI memberikan pinjaman tanpa potongan,tanpa agunan.sampai-sampai di hari libur saya gunakan untuk mensosialisasikan KSU GEMI kepada masyarakat.Dan Alhamdulillah perkembangan KSU GEMI meningkat tajam dimasa itu,sampai-sampai banyak calon anggota yang gagal bergabung dengan alasan macam-macam,diantaranya tidak memenuhi syarat,jauh dari jangkauan kantor,dan lain-lain.

Namun dengan berjalannya waktu dan besyukur dengan omzetnya naik dan trendnya positif naik KSU GEMI menambah personil sehingga mau tidak mau harus meningkatkan daya gebrak  dan dorong untuk merekrut calon anggota KSU GEMI sehingga hal-hal yang agak sulit lama kelamaan bisa teratasi dan tak terasa calon anggota yang tadinya dinilai tidak memenuhi  syarat bisa bergabung dengan  KSU GEMI,yang tadinya dianggap jauh dari jangkauan KSU GEMI Alhamdulillah juga bisa bergabung dengan KSU GEMI.

Setelah beberapa tahun bergabung sebagai fasilitator di KSU GEMI saya merasa bisa mendampingi anggota,sampai-sampai suatu saat di forum rembug dengan hadirnya saya sebagai fasilitator KSU GEMI seluruh anggota rembug sangat puas dan termotivasi serta antusias karena penyampaian, motivasi,gaya bahasa yang halus dan perilaku sopan-santun itulah yang membuat saya untuk selalu hadir di rembug dengan ramah dan bersahaja untuk selalu memberi kepuasan dalam hal pelayanan baik sebagai fasilitator ataupun berhadapan dengan anggota KSU GEMI dengan akhlak yang terpuji sehingga anggota tidak jadi bosan mengangsur di GEMI.

Terakhir dengan rasa syukur Alhamdulillah selama saya mengampu di beberapa tempat rembug ampuan, sebagian dari mereka menilai positif dan dan bisa meringankan beban perasaan tanggungan anggota GEMI khususnya yang berkaitan dengan transaksi di KSU GEMI sehingga tidak merasa terbebani dengan pinjaman yang nereka terima dan yang saya upayakan di setiap rembug tidak ada ketegangan,kejengkelan,bahkan protes-protes anggota yang dianggap tidak fair dengan aturan. sekali lagi slogan kita adalah 6 S yaitu Salam,Sapa,Senyum,Sopan,Santun,solutif agar ikrar anggota dan ikrar fasilitator tidak sekedar tulisan semata namun bisa menjadi sebuah tatanan yang aplikatif. 

InsyaAlloh Amin……..

CERITA TENTANG USAHA SAYUR MAYUR IBU SUMARTINAH

Ibu Sumartinah adalah anggota GEMI sejak 5 tahunan yang lalu. Rumah tinggal Ibu Sumartinah berada di Kampung Kalangan, Umbulharjo, Yogyakarta. Untuk sampai ke rumah Ibu Sumartinah, dari eks-Terminal Umbulharjo ke arah utara, dan memasuki gang dan gang sempit. Keseharian Ibu Sumartinah adalah sebagai ibu Rumah Tangga. Meski tergolong sudah ‘sepuh’, tetapi sebagai perempuan mandiri, ia menjalankan usahanya untuk mencukupi kebutuhan keluarga. 
Usaha yang dijalankannya adalah berjualan sayur mayur keliling dengan menggunakan gerobak. Ia berjualan dari waktu dinihari sampai siang hari. Rata-rata pedagang kelas menengah ke bawah, menjajakan makanannya. Dalam kehidupan rakyat kecil jawa, terdapat sebuah petuah bijak (kearifan lokal) yang dianut ‘bangun pagi, biar rejeki tak dipathok ayam’. Sebuah petuah, meski bernarasi ‘mitos’, tetapi pada kenyataan, hal ini bersumber dari pengalaman kehidupan sehari-hari.
Sebagai pedagang kecil, modal adalah salah satu kebutuhan utamanya. Modal adalah kebutuhan yang tiap kali diidamkan oleh para pengusaha kecil yang dimiliki oleh kaum ibu, jika Tim GEMI, mengajak berdialog dengan mereka secara langsung, tentang apa yang mereka inginkan. Lewat GEMI, Ibu Sumartinah meminjam modal 800 ribu, sebagai modal untuk membeli bahan-bahan dagangannya (berupa sayur mayur). 
(Gerobak yang dipakai Ibu Sumartinah untuk berjualan sayur keliling)
Hasil dari usaha penjualan sayur mayur keliling ini, ia mendapatkan hasil laba bersih lebih dari 500 ribu per hari. Relatif cukup membantu biaya pengeluaran keluarganya, yang sebulan rata-rata mengeluarkan 1,5 juta rupiah, dengan tanggungan dua orang. Ke depan, ia berharap GEMI dapat membantu memfasilitasi pelatihan Pemasaran Usaha, agar usaha dagangannya cepat laris, dan mampu menghasilkan laba yang lebih banyak.

Pemberdayaan Perempuan Meranti Jadi Prioritas

Sumber : http://www.haluankepri.com
SELATPANJANG (HK)– Kaum perempuan memiliki peran yang sangat besar dalam pembangunan. Baik dalam proses penularan program kesejahtaraan masyarakat, kesehatan maupun pendidikan. Menyikapi hal itu, Pemkab Kepulauan Meranti menjadikan program pemberdayaan kaum perempuan menjadi salah satu prioritas dalam anggaran pembangunan tahun 2014 ini.
Ketua Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Kepulauan Meranti Dra. Nirwana Sari Irwan mengungkapkan hal ini, Selasa (13/1) menyikapi terbatasnya kegiatan-kegiatan pemberdayaan perempuan di Meranti. Menurutnya, banyak program yang bisa dimaksimalkan dalam upaya memberdayakan kaum perempuan Meranti. Namun sayang, terbatasnya alokasi anggaran menyebabkan kegiatan pemberdayaan perempuan yang kita lakukan, tidak mampu menyentuh semua lini.

“Bayangkan saja, dengan jumlah kaum perempuan yang begitu besar bila diberdayakan secara maksimal, akan menjadi kekuatan yang sangat luar biasa. Tidak hanya dari sisi pembangunan peningkatan kesejahteraan keluarga, tapi disemua lini” ungkap Nirwana Sari.

Saat ini lanjut Nirwana, program-program pemberdayaan perempuan terfokus dalam kegiatan-kegiatan yang relatif kecil melalui PKK, maupun organisasi-organisasi perempuan. Hal ini tentunya sangat terbatas, pada komunitas kaum perempuan yang aktif di organisasi.

Sementara, ribuan kaum perempuan lainnya yang berada diluar koridor tak terjangkau. Kaum perempuan dipedesaan bergerak sendiri tanpa sentuhan pembinaan. Kondisi ini menjadikan potret kaum perempuan pedesaan di Meranti, seakan-akan terbiarkan tanpa sentuhan. Padahal,  kaum perempuan di pedesaan memainkan peran yang sangat besar disemua lini kehidupan sosial dan ekonomi.

Bukti konkritnya, hampir 40% dari petani-petani di Rangsang barat dan Rangsang Pesisir melibatkan kamum perempuan. Belum lagi para buruh perkebunan, pertanian yang setiap harinya beraktifitas menggerakkan roda ekonomi di pedesaan. Ini semua menjadi bukti betapa besar peran yang dimainkan perempuan-perempuan Meranti.

“Minimnya sentuhan pembinaan wawasan, menyebabksn kaum perempuan Meranti di pedesaan tenggelam dalam potret kemiskinan masyarakat pedesaan. Kaum perempuan seakan-akan dianggap menjadi beban, yang menjadikan potret kemiskinan semakin kental. Padahal, dalam realitasnya kaum perempuan di pedesaan turut tungkus lumus membangun kemandirian ekonomi keluargannya,” beber Ketua GOW Meranti yang juga Penggerak PKK kabupaten Kepulauan Meranti.

Untuk itu urai Nirwana, Pemkab Kepulauan Meranti harus menjadikan prorgam pemberdayaan perempuan sebagai salah satu sasaran prioritas pembangunan. Terbatasnya alokasi anggaran, menyebabkan instrumen pembinaan dan pemberdayaan yang di lakukan berbagai organisasi wanita di Meranti maupun PKK, tidak mampu menyentuh semua lini.

Dan yang lebih penting lagi, sebagai bagian dari modal pembangunan harusnya perogram pemberdayaan perempuan Meranti ini menjadi tanggung jawab semua satker. “Kita yakin, bila potensi perempuan Meranti ini diberdayakan secara maksimal, diberikan pembinaan dan ruang gerak yang lebih besar akan menjadi sumber kekuatan yang luar biasa. Meskipiun secara fisik lemah, namun dari sisi potensi kemauan, ketekunan, kegigihan dan komitmen perempuan Meranti memiliki kekuatan yang sangat besar. Persoalanya sekarang, selama ini tidak pernah disentuh dengan pembinaan dan pemberdayaan yang benar-benar profesional” tandas Nirwana sari yang juga Duta Sagu Meranti ini.(rus)