Meningkatkan Jalinan Silaturahim, GEMI Kantor Bantul adakan Wisata Keluarga

Meningkatkan Jalinan Silaturahim, GEMI Kantor Bantul adakan Wisata Keluarga

Kulon Progo, The Jewel of Java, adalah salah satu kabupaten di Propinsi D.I.Yogyakarta yang selain terkenal dengan makanan khas tradisionalnya yaitu geblek, juga menyuguhkan berbagai tempat wisata yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi. Berbagai macam wisata ada di sini, mulai dari wisata air (pantai, waduk, air terjun, danau) hingga perbukitan seperti: bukit Kalibiru, kebun teh, puncak, gua-gua peninggalan zaman dahulu serta kebun buah naga dan lokasi sentra batik. Selain jaraknya dekat dengan Kota Jogja dan Kabupaten Bantul, kemudahan akses ke lokasi wisata juga mendukung. Sangat tepat pada tahun ini GEMI Kantor Bantul mengadakan wisata keluarga ke kabupaten tetangga ini.

Berawal dari aspirasi anggota GEMI yang menginginkan wisata bersama, Pengurus dan Manajemen sangat mengapresiasi hal tersebut hingga menjadi sebuah program kerja. Dengan cara menabung setiap minggunya, anggota dapat mengumpulkan dana untuk biaya wisata. Mulai dari Rp 2.000,00 per minggu, dalam satu tahun telah terkumpul kurang lebih Rp 100.000,00. Dengan jumlah nominal uang tersebut ternyata mampu mencukupi untuk mengunjungi beberapa destinasi wisata di Kulon Progo. Akhirnya, pada Minggu, 6 November 2016, telah dilaksanakan wisata keluarga GEMI Kantor Bantul, dengan menggunakan tiga bus, dengan jumlah peserta sebanyak 146 orang dewasa, tidak terhitung dengan anak-anak yang menjadi peserta tambahan.

Berangkat pada pukul 08.15, tiga bus menuju ke destinasi pertama, yaitu Pantai Glagah 2 dan 1. Sesampainya di Pantai Glagah, para peserta dikumpulkan di pendopo pantai dengan acara perdana tukar menukar kado yang sudah disiapkan dari rumah masing-masing. Sesi pembukaan dikawal oleh Bapak Gaib A., sedangkan sambutan oleh Manajer GEMI Kantor Bantul Ibu Sudartini dan Ketua Koperasi GEMI Ibu Ekantini. Dalam sambutan Ibu Ekantini, beliau menyampaikan bahwa agenda ini bisa dimanfaatkan untuk saling bersilaturahim dan menambah saudara. Selain itu, beliau berpesan untuk selalu semangat dan terus berkarya. Di sesi pembagian dorprize, peserta diberi pertanyaan seputar GEMI dan diminta untuk memberikan kesan dan pesan selama menjadi anggota GEMI. Salah satu peserta mengemukakan bahwa, “Di GEMI kami selalu diajarkan untuk disiplin dan bertanggung jawab. Semoga ke depannya usaha kami semakin lancar dan maju dengan pembiayaan dari GEMI,” ujarnya dengan penuh semangat.

Di Pantai Glagah 1, peserta dapat menikmati keindahan laguna dan disediakan kapal atau sepeda kayuh untuk mengelilinginya. Selain itu karena Pantai Glagah memiliki ombak yang cukup tinggi, di pinggir pantai dipasang tetrapod untuk memecah ombak. Inilah salah satu keunikan dari Pantai Glagah yang tidak dimiliki oleh pantai lainnya. Setelah peserta puas menikmati wahana dan pemandangan yang ada, mereka berburu oleh-oleh khas pantai Glagah. Mulai dari masakan udang, ikan, undur-undur laut, dan makanan khas lainnya.

Lokasi kedua adalah Hutan Mangrove. Di sini kami dapat berkeliling melalui jembatan Api-api  yang dibangun dengan kayu dan bambu. Jembatan ini sangat unik, hanya dengan material kayu dan bambu serta dibuat bertingkat. Jembatan bagian atas digunakan untuk wisatawan yang akan masuk ke Hutan Mangrove, sedangkan jembatan bawah digunakan untuk wisatawan yang pulang dari Hutan Mangrove. Karena cuaca yang terik, kami bergegas untuk berpindah ke lokasi ketiga yaitu Waduk Sermo.

Di Waduk Sermo, kami disuguhi waduk nan luas dengan hamparan pepohonan menghijau yang mengelilingi waduk. Destinasi ini menyajikan keindahan panorama waduk, lengkap dengan kapal-kapal yang dapat disewa untuk mengelilingi waduk. Tidak lupa di lokasi ini, kami menunaikan sholat ashar dan berfoto bersama. Di bawah ini adalah foto bersama sebagian peserta wisata dengan view bukit di Waduk Sermo.

Rihlah GEMI Bantul

Pukul 16.20, kami bersiap untuk pulang. Diwarnai dengan canda tawa ibu-ibu dalam bis dengan panitia, menjadi moment tersendiri bagi kami hingga tiba di kantor kembali. Semoga yang kami lakukan ini akan memperkuat tali silaturahim antara anggota, manajemen dan karyawan Koperasi GEMI. Semoga tulisan ini bermanfaat (DS).

GEMI Memberi Arti, Bazaar, dan Pengajian untuk Dhuafa

GEMI Memberi Arti, Bazaar, dan Pengajian untuk Dhuafa

Gemi.co.id – Pada pekan lalu, tepatnya tanggal 2 Oktober 2016, GEMI cabang Bantul telah melaksanakan program Bazar dan Pengajian untuk dhuafa yang dimulai dari pukul 10.00-12.00. Selain bazar dan pengajian, panitia juga menyelenggarakan pembagian sembako untuk janda dan pemeriksaan kesehatan secara gratis.

Bazaar GEMI

Antusiame dari warga sangat besar terkait pemeriksaan kesehatan yang diadakan kali ini, apalagi target utama peserta yang direncanakan adalah mayoritas ibu-ibu anggota GEMI lanjut usia. Adapun fokus pengajian yang diangkat oleh panitia penyelenggara adalah “Mempersiapkan Bekal Akhirat”. Tema ini dipilih selain sebagai sarana untuk saling mengingatkan sesama muslim, yang lebih penting yaitu bagaimana kita mempersiapkan bekal untuk ke akhirat.

Peserta yang 99% adalah ibu-ibu tentu sangat senang ketika mengetahui adanya sembako murah bahkan gratis, sehingga agenda seperti ini sangat dinanti dan diharapkan diadakan kembali dikemudian hari. Semoga GEMI semakin sukses dan terus memberi manfaat bagi anggota dan masyarakat.(GEMI,DS)

bazaar gemi

Kunjungan Yayasan Ribatul Ukhuwah Tegal ke Koperasi Syariah GEMI

Kunjungan Yayasan Ribatul Ukhuwah Tegal ke Koperasi Syariah GEMI

Beberapa hari yang lalu telah berlangsung agenda studi banding antara koperasi baru dari Yayasan Ribatul Ukhuwah Tegal ke Koperasi Syariah GEMI Yogyakarta, tepatnya pada tanggal 27-29 September 2016. Ini adalah kali kedua tim tersebut bertandang ke GEMI setelah kunjungan mereka pada tahun 2015. Koperasi ini merupakan pendatang baru yang dirintis satu setengah tahun yang lalu dan belum memiliki nama resmi.
Ada empat delegasi yang berpartisipasi dalam studi banding ini, yaitu: Pak Isya Imanuddin, Pak Fredy, Bu Warjiyem, dan Bu Siyami. Tujuan utama dari studi banding kali ini adalah untuk pematangan konsep di lapangan, sekolah untuk anggota, dan administrasi. Maka, selama tiga hari kunjungan, tim banyak terjun ke kantor cabang dan langsung berinteraksi dengan fasilitator dan anggota GEMI di lapangan.
Di hari kedua, kunjungan dilanjutkan oleh dua orang dari tim, yaitu: Pak Fredy dan Bu Siyami. Pada wawancara di akhir kunjungan, Pak Fredy mengemukakan bahwa kunjungan kali ini sangat berkesan. “Saya diajak ke rembug bersama Pak Gaib dan bertemu dengan ibu-ibu. Saya belajar cara transaksi di lapangan dan melakukan uji kelayakan. Mereka sangat senang dengan kedatangan saya, bahkan teman-teman (GEMI) cabang Bantul mengajak saya untuk mendaftar menjadi karyawan dan bekerja di sini,” tutur Pak Fredy dengan tawa dan keceriaan khas beliau yang sumringah.
Berbeda lagi dengan Bu Siyami, beliau mengatakan bahwa banyak ilmu yang didapat selama kunjungannya di sini. “Sejak hari pertama hingga hari terakhir, banyak sekali ilmu yang saya dapatkan selama mengikuti sekolah tiga hari ini: belajar administrasi, akad, bahkan ada ujian tertulis untuk kami berdua dan kami tidak boleh saling mencontek. Di sisi lain, saya juga belajar dari beberapa sosok seperti Bu Ekan, Bu Suni, Bu Tini, dan staf lainnya, yang semangatnya luar biasa. Saya merasa sangat beruntung dapat berkunjung ke sini dan dipertemukan dengan orang-orang baik yang berkenan membantu kami,” kata Bu Siyami.
Bu Ekan sebagai kepala koperasi banyak mengajak bertukar pengetahuan dengan Pak Edi dan Bu Ami, bahwa dalam merintis usaha koperasi perlu adanya kerjasama dari berbagai pihak. Niat yang lurus juga akan memberikan dampak positif bagi ummat dan koperasi itu sendiri hingga nanti akan banyak investor yang berdatangan. “Intinya, kapanpun Bapak Ibu membutuhkan bantuan maupun pertanyaan, silakan kontak kami. Kami siap membantu,” ujar Bu Ekan dengan hangat.
Kunjungan Yayasan Ribatul Ukhuwah Tegal ke Koperasi Syariah GEMI
Bapak Fredy(kiri), Ibu Siyami(tengah) dan Ibu Ekan(kanan)
Foto di atas diambil beberapa saat sebelum tim dari Yayasan Ribatul Ukhuwah Tegal pulang pada Kamis malam, didampingi Bu Ekan selaku Kepala Koperasi GEMI di kantor GEMI yang baru di Jalan Veteran No.57 Warungboto Umbul Harjo Yogyakarta.
Demikianlah kunjungan selama tiga hari yang dilalui. Tim sangat senang dan berharap bisa menjalin kerja sama yang berkelanjutan. Dua hari pasca kunjungan, kami mendapat kabar dari mereka bahwa selama dua hari tersebut ada tiga kelompok baru yang mau bergabung dan tim siap mengaplikasikan hal-hal yang telah didapat dari GEMI.
3 Anak Anggota GEMI Ikut Khitanan Massal

3 Anak Anggota GEMI Ikut Khitanan Massal

Pada hari Ahad, tanggal 25 Oktober 2015  PT. Bank Syariah Mandiri KCP Wonosari dan LAZNAS BSM mengadakan khitanan massal yang diadakan di MTS Muhammadiyah Wonosari, Gunungkidul.

GEMI Gunungkidul sebagai mitra PT. Bank Syariah Mandiri KCP Wonosari mendapatkan kesempatan untuk mengirimkan anak anggota GEMI sebagai peserta, khususnya yang di area Gunungkidul.

Walaupun di bulan Muharram, menurut mitos orang Jawa adalah pantangan untuk melaksanakan khitanan. Alhamdulillah dari anak anggota GEMI pada kesempatan ini ada 3 anak yang menjadi peserta yaitu Rangga Aditya Putra, Ibnu Nur Widiyanto, Noval Bima Saputra semuanya dari Kecamatan Karangmojo.

Semoga khitanan Massal ini bisa meringankan beban ekonomi Keluarga anggota GEMI dan bisa menjadi sarana ibadah bagi semua pihak yang mensukseskan acara ini. (uum/GEMI GK).

Launching Gerakan “Bangga Koperasi” PBMTI di Cibubur Jakarta

Launching Gerakan “Bangga Koperasi” PBMTI di Cibubur Jakarta

Menteri Pendidikan Bapak Anis Baswedan diapit oleh  Pak Much. Maskuri dan Pak Wawan Andriyanto, dari LKMS GEMI
PBMTI (Perhimpunan Baitul Maal wa Tamwil Indonesia) melaksanakan kegiatan Launching “Bangga Koperasi di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta, pada tanggal 6- 8 Oktober 2015. Kegiatan ini diikuti oleh 561 BMT anggota PBMTI yang tersebar di hamper seluruh Indonesia. 
Acara ini dihadiri oleh sekitar 2.000 orang, sebagai perwakilan dari BMT-BMT yang bergabung dalam PBMTI. LKMS GEMI, sebagai anggota PBMTI, hadir di acara ini diwakili oleh Ekantini Puji Basuki (Direktur GEMI), Rohmiati (Bidang Tamwil), serta Much. Maskuri (Dewan Pengawas) dan Wawan Andriyanto (Dewan Pengawas Syariah). 
Kegiatan “Launching Bangga Koperasi” diikuti dengan beberapa agenda kegiatan lainnya yang tidak kalah penting, yaitu Pemilihan Wali Amanat dan Ketua Umum PBMTI dan Pembahasan gerakan Tamwil dan Maal ke depan. 
Acara Inti Launching Gerakan “Bangga Koperasi” diresmikan di Gedung Smesco Kantor Kementerian Koperasi dan UMKM yang dihadiri oleh 2 Menteri, yaitu Menteri Koperasi dan UMKM, Bapak Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Anis Baswedan.Sedangkan Dalam Pemilihan Wali Amanat, terpilih Bapak Joelarso sebagai Ketua Umum PBMTI.
Sedangkan dalam agenda Pembahasan gerakan BMT dibagi menjadi dua komisi besar, yaitu komisi tamwil dan komisi maal. Dalam agenda tersebut menghasilkan butir-butir rekomendasi, yaitu;
Rekomendasi Untuk Semua BMT
    1.      Mewajibkan semua BMT anggota PBMTI untuk memiliki minimal 1 orang SDM untuk mengelola Baitul Mall secara full time paling lambat januari 2016.
 
   2.      Bagi BMT yang sudah mengelola Baitul Maal minimal 5 tahun, wajib memiliki staf yang focus pada program pemberdayaan.
    3.      Mewajibkan karyawan BMT untuk membayar zakat di Baitul Maal BMTnya masing-masing
   4.      Menuntaskan program wakaf Gedung PBMTI paling lambat 2016 di bawah koordinasi pimpinan BMT masing-masing
   5.      Membentuk MKU (Membangun Keluarga Utama) rumpun pegawai dan MKU rumpun  Anggota minimal masing-masing 1 rumpun di tiap BMT di tahun 2016.
   6.      Mendorong BMT yang sudah mengelola Baitul Maal untuk mendaftarkan diri menjadi nazhir wakaf uang.
Rekomendasi Untuk Pusat
1.      Mendorong PBMT Ventura menjadi LKS PWU (Lembaga KEuangan Syariah Penerima Wakaf Uang).
     2.      Memperkuat struktur organisasi baitul Maal BMTI Pusat
    3.      Membentuk “PBMT Rescue” sebagai unit yang mengoordinasikan aktivitas penanganan bencana alam di komnitas PBMT.
   4.      Penggunaan merk dan logo “PBMT Baitul Maal” yang konsisten di semua tingkat dengan membolehkan pencantuman identitas wilayah atau daerah
   5.      Membangun Database Baitul Maal Anggota PBMTI Menyusun BUku PEdoman Standart Pengelolaan Baitul Maal.
    6.      Mengesahkan Buku Panduan MKU (Membangun Keluarga Utama)
   (AAr)
Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2014

Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2014

 
 
Rapat Anggota Tahunan Koperasi Serba Usaha Gerakan Ekonomi Kaum Ibu (GEMI) untuk Tahun 2014, diadakan pada tanggal 13 Maret 2015. Acara bertempat di Goeboeg Resto, sebuah restoran yang beralamatkan di Kompleks Ruko Tandan Raya, Perempatan Ringroad Jalan Wonosari, Ketandan, Bantul. 
Rapat ini diadakan sebagai Laporan Pertanggungjawaban Pengurus dan Pengawas Koperasi GEMI terhadap kinerjanya selama tahun 2014. Dalam RAT ini, pengurus GEMI membagikan buku kecil yang berisi laporan pertanggungjawaban GEMI, dari tahun 2010 sampai 2015, untuk memberikan gambaran tentang perkembangan koperasi GEMI dari kurun waktu sekian.
Acara Rapat Anggota Tahunan ini, dihadiri oleh puluhan Pengurus GEMI dan Anggotanya, serta mengundang beberapa perwakilan dari Pemerintah, yaitu dari Disperindagkop Kota Yogyakarta dan Disperindagkop Propinsi DIY, serta Ketua Puskowan Dewi Kunthi.
 
Acara ini dibuka pada pukul 9 pagi, dengan menyanyikan Mars Koperasi, serta beberapa sambutan yang diisi oleh Ketua Pengurus GEMI, Ekantini Pujiastuti, kemudian dilanjutkan dengan pengarahan dari Kepala Disperindagkop Kota dan Propinsi.  Kemudian dilanjutkan dengan Pembahasan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus GEMI dan Pembahasan Laporan Pertanggungjawaban Pengawas. Kemudian dilanjutkan dengan Rancangan Program Kerja.
RAT KOPERASI GEMI 2014

RAT KOPERASI GEMI 2014


 


Rapat Anggota Tahunan (RAT) merupakan lembaga tetinggi dalam koperasi sebagai media bagi pengurus dan pengawas dalam mempertanggunjawabkan kinerjanya selama satu tahun buku serta bagi media bagi anggota untuk melakukan pengawasan dan pengambilan keputusan untuk pengembangan usaha koperasi.
Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi GEMI telah dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 11 April 2014 di RM Pondok Ndeso, Jalan Imogiri Timur. Diikuti oleh 56 perwakilan anggota. Ibu Ekantini Puji Basuki selaku ketua pengurus Koperasi GEMI memaparkan dengan gamblang mengenai kinerja yang telah dilakukan selama tahun buku 2013, beberapa hal yang telah dicapai diantaranya :

  1.  Melakukan pembenahan organisasi dan peningkatan kinerja Pengurus dan Pengelola untuk meningkatkan pelayanan kepada anggota;
  2. Melakukan pendidikan dan pelatihan bagi pengurus dan pengelola, termasuk di dalamnya mengikutkan manajer-manajernya dalam sertifikasi manajer.
  3. Kinerja keuangan koperasi GEMI mengalami peningkatan signifikan dari tahun 2012.
Selain itu, masih banyak program-program kerja lain yang telah dicapai selama tahun 2013, yang disampaikan oleh Pengurus kepada Forum Rapat Anggota.
 
Dalam kesempatan ini, pengurus juga menyampaikan bahwa agenda utama yang tercantum dalam rencana kerja tahun 2014 adalah penyesuaian AD/ART dengan Undang-undang koperasi terbaru yaitu undang-undang koperasi No. 17 Tahun 2012.
Rapat Anggota Tahunan Koperasi GEMI Tahun 2013 ditutup pada pukul 16.00, dan secara aklamasi anggota mensahkan laporan pertanggunjawaban pengurus dan pengawas Koperasi GEMI tahun 2013 dan Rencana Kerja Tahun 2014.

BSM Salurkan Bantuan Qardh dan Beasiswa Senilai Rp 100 Juta

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Bank Syariah Mandiri (BSM) bersama Laznas BSM menyalurkan Qardh dan pemberian beasiswa dengan total Rp 100 juta.
Bantuan ini diserahkan Kepala Cabang BSM Yogyakarta, Dedy Suryadi Dharmawan pada iB Vaganza di Mall Malioboro, Yogyakarta, Jumat (21/2).

“Ini sebagai bagian dari kegiatan corporate social responsibility (CSR) BSM,” kata Dedy Suryadi di Yogyakarta, Jumat (21/2).

Dijelaskan Dedy, BSM bersama perbankan syariah menyelenggarakan iB Vaganza di Mall Malioboro Yogyakarta, Kamis-Ahad 20-23 Februari 2014. Acara ini merupakan salah satu upaya untuk memasyarakatkan perbankan syariah.

Lebih lanjut Dedy mengatakan penyaluran Qardh diberikan kepada pelaku usaha mikro GEMI (Gerakan Ekonomi Kaum Ibu) dan Pedagang Kaki Lima KOMABA (Komunitas Abu Bakar Ali Yogyakarta).

Besarnya bantuan kepada pelaku usaha mikro senilai Rp 50 juta, sedangkan beasiswa kepada siswa Madrasah Ibtidaiyah senilai Rp 50 juta.

iB Vaganza, kata Dedy, dibuka Kamis (20/11/2013) lalu oleh Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti. Sedangkan rangkaian kegiatan digelar di Mal Malioboro Yogyakarta, 20-23 Februari 2014.

“Event ini merupakan rangkaian kegiatan sosialisasi perbankan syariah, melengkapi berbagai program yang sudah dan terus dilaksanakan oleh Working Group Marcom Perbankan Syariah. iB Vaganza diikuti oleh seluruh bank umum syariah dan unit usaha syariah perbankan di kota Yogyakarta,” kata Dedy.

Menurut Dedy, sejak 2003, BSM Yogyakarta terus memperluas layanan terhadap masyarakat di Yogyakarta. Untuk memperluas jangkauan layanan, BSM Yogyakarta terus membuka outlet baru.
Saat ini telah memiliki 17 outlet dengan perincian 11 KCU, 9 KCP, 3 Kantor Kas, dan 4 Payment Point baik di dalam Kota Yogyakarta maupun di luar Kota Yogyakarta seperti Sleman, Bantul dan Wonosari.

BSM Yogyakarta melayani semua kalangan masyarakat maupun para pelaku bisnis, meliputi pembiayaan korporasi, komersial, dan sektor UMKM. Selain itu, BSM juga melayani pembiayaan Gadai Emas dan Talangan Haji.

Asset BSM Yogyakarta per 31 Desember 2013, kata Dedy, mencapai Rp 956,562 miliar. Pembiayaan yang disalurkan BSM Yogyakarta mencapai angka Rp 482,482 miliar dan ditargetkan menembus angka Rp 1,2 triliun sampai akhir tahun 2014.
Sedangkan dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun BSM Yogyakarta mencapai lebih dari Rp 884,946 miliar.

UKM Didorong Manfaatkan Kredit Murah

 Sumber: Republika.co.id



REPUBLIKA.CO.ID,  – Kementerian Koperasi dan UKM menyiapkan kredit bagi usaha kecil mikro sebanyak Rp 500 miliar untuk tahun ini. Namun, dana pinjaman murah yang dijamin pemerintah ini baru diserap oleh sekitar sembilan juta pelaku UKM, dari sekitar 56,5 juta unit UKM. Karena itu, kata Menteri Koperasi dan UKM Syariefudin Hasan, para pelaku industri usaha rakyat, khususnya perempuan yang banyak bergerak di sektor ini, diharapkan bisa memanfaatkan dana itu.

“Kementerian mendorong pelaku usaha industri rakyat untuk bisa mengajukan kredit dan bisa menerima kredit usaha rakyat. Karena, ini merupakan program yang dijamin pemerintah,” katanya seusai menjadi pembicara dalam Forum Kerja Sama Ekonomi dan Wanita APEC, Sabtu (8/9).

Dalam skema ini, katanya, kredit di bawah Rp 20 juta diberikan tanpa agunan. “Penyalurannya melalui bank yang kita tunjuk. Mereka tidak akan mempersulit, tapi akan memudahkan para nasabah,” ujarnya.
Menurutnya, seperti di banyak negara peserta APEC, UKM juga turut menopang perekonomian negara. Indonesia memiliki sekitar 56,5 juta unit UKM dan sebagian besar atau sekitar 60 persen dimiliki oleh kaum wanita.

“Perempuan, di samping ulet dalam bidang usaha, juga disiplin dalam pengembalian dana kredit. Kami dari kementerian di samping memberikan pinjaman kredit, juga memberikan pelatihan, pendampingan, dan fasilitas membuka pasar,” ujarnya.

Sjarifuddin menyatakan, peran UKM tak bisa dianggap remeh. Selain menyumbang pendapatan negara, UKM juga menyerap banyak tenaga kerja. Di Indonesia, UKM menyerap lebih dari 107 juta tenaga kerja atau sekitar 97,3 persen dari total angkatan kerja. Sedangkan, sumbangan UKM bagi GDP adalah sekitar 57,12 persen.

“Ini berarti UKM memegang peran sangat strategis dan penting, tak hanya sebagai mesin pertumbuhan ekonomi, tapi juga menciptakan lapangan pekerjaan untuk mengurangi pengangguran,” katanya.

Forum wanita dan Ekonomi APEC dihadiri 820 anggota delegasi dari 20 negara anggota dan empat negara pengamat. Acara yang bertema “Women as Economic Drivers” ini dilakukan bersama dengan APEC Small Medium Enterprises Working Group (SMEWG). Untuk pertama kalinya dalam ajang pra-KTT APEC diselenggarakan pertemuan bersama antara para menteri yang menangani UKM dan menteri yang menangani isu perempuan.

“Mengingat lebih dari 60 persen pelaku usaha kecil dan menengah adalah perempuan, pertemuan ini sangat strategis dalam rangka menyinergikan kebijakan di kedua kementerian,” kata Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar seusai membuka acara.

Linda menyatakan, Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan dan peningkatan kesetaraan gender di setiap aspek pembangunan, termasuk aspek ekonomi. “Sinergitas kedua bidang ini diharapkan dapat meningkatkan daya ungkit program dan kegiatan pemerintah maupun swasta untuk meningkatkan partisipasi dan perempuan dalam usaha kecil dan menengah,” katanya.

Menurutnya, Forum Wanita dan Ekonomi APEC akan membahas tiga tema utama, yaitu reformasi struktural, teknologi informasi bagi perempuan, infrastruktur, serta sumber daya manusia. Hal ini selaras dengan salah satu bahasan dalam pertemuan pemimpin negara dalam APEC 2010 yang menyebut bahwa kaum wanita memegang kunci strategis dalam pembangunan. “Baik di negara maju maupun di negara berkembang, wanita berperan dalam ekonomi dengan menciptakan peluang bisnis yang menyerap banyak lapangan pekerjaan,” katanya. n siwi tri puji ed: nina ch

SBY: UKM Jadi Penopang Ekonomi Bangsa Indonesia

Sumber: Tempo Online 

 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap jumlah pengusaha muda yang bergerak di Sektor Usaha Kecil Menengah terus tumbuh. Menurutnya, wirausahawan muda ini akan menjadi pilar ekonomi bangsa dalam persaingan global.

“Kalau bisnis dan ekonomi tumbuh, yang menganggur akan dapat pekerjaan dan dapat penghasilan sehingga kemiskinan bisa berkurang,” kata SBY dalam acara Gerakan Kewirausahaan Nasional di Istora Senayan, Jakarta, Rabu, 15 Januari 2014.

SBY mengatakan potensi bisnis yang bisa dikembangkan oleh wirausaha muda di sektor UKM sangat terbuka luas, seperti kuliner, teknologi informasi, dan industri kreatif. Menurut SBY, ekonomi Indonesia saat ini masih bisa tumbuh cukup tinggi di tengah kondisi ekonomi dunia yang tidak bersahabat. “Kalau ekonomi tumbuh, maka demand akan meningkat. Butuh produk untuk kehidupan. Itu potensi.”

Menurut SBY, kelas menengah di Indonesia saat ini sudah mencapai 50 juta orang. SBY memprediksikan kelas menengah akan terus tumbuh dan menjadi 100 juta orang pada 2030. “Ini peluang karena mereka butuh barang dan jasa yang besar dengan kualitas baik,” tuturnya.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Syariefuddin Hasan mengatakan hingga akhir 2013 kredit usaha rakyat yang sudah dikucurkan mencapai Rp 137 triliun untuk 10,42 juta debitur. Angka itu diprediksi bakal meningkat karena Indonesia menargetkan menciptakan 2 persen wirausaha dari total jumlah penduduk di Indonesia.

“Pada 2006-2007 jumlah wirausaha di Indonesia masih di bawah 1 persen, sekarang masih 1,6 persen,” tutur Syarif. Padahal, menurut dia, yang bagus dalam suatu negara jumlah wirausaha minimal 2 persen.