Bu Sayem, anggota GEMI Gunungkidul ini sehari-harinya berjualan sayur keliling. Bertempat tinggal di Dusun Sidorejo, Ponjong, Gunungkidul, Bu Sayem sudah melakoni usaha ini selama 30 tahun.

Suami Bu Sayem adalah seorang petani dan peternak, sedangkan anak beliau bekerja di tempat lain.

Meski usianya tak lagi muda, Bu Sayem tetap bersemangat mencari rezeki dari berjualan sayur. Bermodalkan jalan kaki menggendong tenggok (bakul yang terbuat dari anyaman bambu -red), beliau menyusuri jalanan di dusun Sidorejo dan sekitarnya.

Dalam sehari, beliau bisa menghasilkan untung sekitar Rp 75.000,00. Beliau tidak setiap hari berjualan karena  pedagang sayur di sekitarnya sudah banyak. Terkadang Bu Sayem menjajakan makanan yang sudah matang seperti gendar, jadah, tempe tahu bacem, gorengan dan pecel. Beliau mengakui memang untung dari jualan keliling tidak begitu banyak, tetapi Bu Sayem tetap bersyukur. Karena meski pendapatannya cuma sedikit, “Alhamdulillah, satu keluarga bisa ikut makan dagangan yang saya buat tanpa harus jajan diluar,” kata Bu Sayem sambil tersenyum.

Bergabung dengan GEMI sejak tahun 2017 di Kelompok Rembug Anggrek Lancar, membuat Bu Sayem memiliki modal lebih untuk berjualan sayur. Di awal pembiayaan, beliau menerima Rp 1.000.000,00 dan meningkat hingga Rp 1.800.000,00 sampai sekarang. Bu Sayem senang menjadi anggota GEMI  karena angsurannya tidak begitu tinggi ataupun menyulitkan dibandingkan dengan lembaga keuangan yang lain. Selain itu, keuntungan menjadi anggota GEMI adalah bisa ikut Tabungan Hari Raya. Tabungan ini hanya boleh diambil menjelang hari raya, dan ini membuat Bu Sayem serta anggota yang lain senang karena bisa menabung untuk keperluan hari raya tanpa takut berkurang untuk keperluan harian.

Fasilitator : Eka lestari