Apakah Anda menanam Aloe vera atau yang akrab kita sebut Lidah Buaya?

Pernahkah Anda berpikir bahwa Aloe vera dapat memberikan keuntungan ekonomis untuk Anda?

Hal inilah yang dilakukan oleh Ibu Marni dari Gunungkidul. Dalam pelatihannya dengan anggota GEMI di lereng Gn Merapi 1 Februari lalu, Bu Marni menceritakan kisah perjalanan bisnis Aloe vera yang digelutinya.

Bu Marni mulai menanam Aloe vera sejak 2014 atas usul putri beliau. Sekitar tahun 2016-2017 Bu Marni membentuk kelompok ibu-ibu penanam Aloe vera sekitar 100 orang yang diberi bibit dan ditanam di rumah masing-masing. Aloe vera yang panen setahun sekali ini bisa diproduksi banyak sekali jenis makan olahan oleh Bu Marni. Mulai dari minuman, agar-agar, obat, bakso, dll.

Aloe vera tidak sulit ditanam dan diolah, meskipun dalam penyiraman membutuhkan air yang cukup banyak. Keuntungan menanam Aloe vera antara lain simpel, tidak sulit dalam perawatan, dapat diolah menjadi campuran agar/sirup, sebagai obat penyakit maag, kolesterol, diabetes, dll.

Jenis Aloe vera yang umum ditanam di Indonesia dan mudah dalam pengolahannya adalah Aloe vera Chinensis Baker dan Aloe vera Barbadensis Miller.

  

 

 

 

 

 

 

Dalam pelatihan ini, Bu Marni juga mempraktekkan cara membuat minuman nata dari aloe vera. Ibu-ibu sangat antuasias dalam mengamati dan menirukan langkah pembuatannya. Selain itu setiap peserta yang hadir diberikan bibit Aloe vera secara cuma-cuma. Kami berharap pelatihan ini dapat memberi manfaat baik dari segi lingkungan maupun ekonomis anggota Koperasi GEMI.

 

(li)