Yogyakarta- Koperasi GEMI heboh dengan kedatangan bule mualaf asal USA, Matthew Martin, Kamis (13/9) lalu. Matthew Martin merupakan CEO Blossom Finance, bersama Jamil Abbas meninjau Koperasi GEMI karena tertarik dengan sistem grameenbank yang dilakukan oleh GEMI.

Dalam diskusinya dengan pengelola GEMI, Matthew mengemukakan ketertarikannya dengan sistem grameenbank. Terlebih lagi, Koperasi GEMI fokus dalam pemberdayaan perempuan dan ibu. Tidak hanya dengan kegiatan pembiayaan namun juga ada kegiatan pemberdayaan anggota. Bank sampah, pelatihan craft, pelatihan pembuatan makanan, hanyalah sedikit dari sekian banyak kegiatan pemberdayaan Koperasi GEMI.

Setelah berdiskusi dengan jajaran pengelola, Matthew didampingi beberapa pengelola GEMI meninjau langsung aktivitas rembug minggon -sistem pengembalian pembiayaan pekanan berbasis grup yang dilakukan GEMI- di Gunung Kidul.

Pemberhentian pertama adalah di Kelompok Menur, Nglipar. Kelompok rembug ini terdiri dari 15 orang perempuan dan beberapa diantaranya memiliki usaha kecil sendiri. Kelompok Menur juga memiliki bank sampah yang dikumpulkan oleh orang-orang satu kampung. Di bank sampah ini setiap pekan diadakan penimbangan sampah yang disetor oleh warga desa. Sampah dipilah dan dikumpulkan sesuai kategorinya, untuk kemudian setiap periode akan disetorkan kepada pengepul. Bagi warga yang menimbang sampah akan dihitung harganya dan dicatat dalam bentuk tabungan. Kegiatan bank sampah ini merupakan salah satu usaha warga untuk mengurangi sampah di sekitar lingkungannya.

Setelah itu perjalanan berlanjut ke Kelompok Rembug Mandiri, Wonosari. Mayoritas anggota kelompok ini adalah pengrajin besi atau memiliki usaha penempaan besi. Ada yang perajin alat pertanian/pertukangan, maupun pengrajin gamelan.