“Apa Jati Diri GEMI?”

Pertanyaan di atas membuat kru GEMI terdiam dan saling memandang satu sama lain. Merunut kembali di masa awal pembuatan Koperasi GEMI, para pengurus GEMI kemudian saling menceritakan kembali bagaimana GEMI berdiri dan apa falsafahnya.

Bersama Jamil Abbas, Pengurus Pusat PBMT Ventura, pengurus dan pengelola Koperasi GEMI berdiskusi mengenai hal-hal yang terjadi di GEMI. Mini Workshop yang diadakan pada Senin, 29 Januari 2018 itu membahas GEMI mulai dari kondisi sekarang, masalah yang timbul, potensi yang ada di masyarakat dan anggota GEMI, hingga bagaimana mengembangkan potensi itu.

Sebagai lembaga keuangan yang bertekad untuk menjadi motor perubahan dan pembangunan masyarakat, GEMI harus mulai memetakan potensi masyarakat khususnya anggota GEMI. Potensi yang ada kemudian dikembangkan melalui social enterprise GEMI.

Penguatan UMKM dan keluarga menjadi fokus utama GEMI. Pelatihan pengembangan bisnis bisa dilaksanakan dengan anggota GEMI yang tergabung dalam rembug minggon. Masukan ide dan jaringan akan membuka kesempatan yang lebih luas bagi pelaku UMKM, selanjutnya akan berpengaruh pada pemasukan serta kesejahteraan keluarganya.

Salah satu penguatan keluarga adalah dalam hal ekonomi. Sehingga dalam narasi ketahanan keluarga, GEMI berperan untuk menguatkan ekonomi keluarga, terutama masyarakat menengah ke bawah. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan, bahwa GEMI juga dapat berperan dalam ilmu keluarga lain seperti parenting, keharmonisan pasangan, kesehatan keluarga, dan lain-lain.

Peserta mini workshop ini berharap, setelah diskusi panjang yang memakan waktu sehari penuh, pengurus dan pengelola GEMI dapat kembali merancang dengan lebih baik dalam hal tamwil maupun maalnya. Sehingga peran sebagai agen perubahan pembangunan masyarakat dapat dimaksimalkan dan dijalankan dengan baik. (red : Liz)