Salah satu bentuk pengembangan dari Bank Sampah adalah mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos. Jika Bank Sampah pada umumnya masih mengelola sampah anorganik maka membuat pupuk kompos bisa menjadi alternatif mengelola sampah organik.

Memang, sampah organik dapat terurai di tanah, namun hal ini akan membutuhkan waktu yang lama untuk merasakan manfaatnya. Jika diolah menjadi pupuk sampah tersebut jadi memiliki nilai jual, selain itu juga bisa langsung di gunakan untuk menyuburkan tanaman. Keunggulan pupuk organik adalah alami jadi tidak merusak tanah, berbeda dengan pupuk kimia yang di berikan ke tanah, lama kelamaan bisa menjadi tidak subur lagi.

Mengolah sampah organik menjadi pupuk bisa dilakukan di skala rumah tangga. Bahannya pun terjangkau dan bisa di dapat di sekitar kita.

Pada beberapa waktu lalu Gemi Maal menyelenggarakan pelatihan pembuatan pupuk kompos bersama Pak Jumali. Pak Jumali sudah berkecimpung di dunia pengelolaan sampah sekitar 9 tahun lamanya. Beliau merupakan Dukuh Salakan, Potorono, Banguntapan, Bantul. Saat ini Bank Sampah di Padukuhan Salakan sudah berkembang menjadi TPS 3R. Sampah organik maupun anorganik yang di kumpulkan warga di kelola dipilah dan di daur ulang sehingga residu (sampah yang  tidak dapat di daur ulang) menjadi sangat sedikit.

Berikut adalah pemaparan  beliau mengenai pembuatan pupuk kompos skala rumah tangga.

BAHAN BAKU KOMPOS

  1. Bahan yang mengandung Karbon(C) Tinggi
  • Bahan ini sumber makanan untuk mikroba
  • Bahan ini adalah kering,kasar/berserat, berwarna coklat(sampah coklat)

Contohnya : Daun kering, rumput kering, sekam padi, jerami, kulit jagung, serbuk gergaji

  1. Bahan yang mengandung Nitrogen (N) Tinggi
  • Diperlukan untuk tumbuh & berkembang biak
  • Umumnya berwarna hijau,mengandung air (sampah hijau)

Contohnya : Sayuran, Buah-buahan, Daun segar, Sampah Dapur, Kotoran sapi, kulit telur, Ampas teh.

PERBANDINGAN C DAN N

  • Perbandingannnya bervariasi tergantung bahan yang tersedia
  • Perbandingan sampah coklat (C) 1 bagian dan sampah hijau (N) 2 bagian/lebih
  • Jika terlalu banyak bahan hijau, maka kadar air tinggi, becek dan berbau. Terlalu banyak bahan coklat pengomposan akan memakan waktu yang lama atau terhenti

KELEMBABAN

  • tempat pengomposan sebaiknya tidak langsung terkena air hujan
  • Tidak Terlalu kering akan menimbulkan dehidrasi bagi mikroba, sehingga pengomposan berjalan sangat lambat
  • Jika tumpukan kompos terlihat kering air menguap, perlu diperciki air lagi.

OKSIGEN

  • Mikroba pembuat kompos perlu udara segar oksigen untuk tumbuh dan berkembang biak (mikroba aerob)
  • Jika udara habis, mikroba anaerob akan mengambil alih. Mereka menguraikan secara lambat, menghasilkan gas metan yang beracun dan gas H2S yang berbau seperti telur busuk. Keluar air lindi yang berwarna hitam dan berbau busuk.
  • Pada lapisan sampah yang baru, masih terkandung cukup oksigen.tetapi kalau mikroba sudah mulai tumbuh, dan kompos sudah mulai terbentuk, mikroba ini memerlukan banyak oksigen sehingga perlu sering diaduk atau dibalik untuk memasukkan udara segar.

Cara Penggunaan Komposter Skala Rumah Tangga

  • Langkah Persiapan :
    1. Pasang alas angsang ( Jerami/Kardus ) diatas sarangan
    2. Masukkan activator/Kompos padat setebal ± 15cm diatas jerami/kardus sebagai biang kompos
    3. Siapkan bumbu pengomposan (campuran kompos dengan serbuk gergaji dengan perbandingan 1:1) tempatkan dalam wadah sendiri
  • Cara Penggunaan
    1. Sebelum dimasukkan dalam komposter, sampah terlebih dahulu dikecilkan ukuranya (dirajang/dipotong kecil)
    2. Masukkan sampah yang telah dirajang kedalam komposter diatas activator secara merata.
    3. Taburkan bumbu kompos setebal 1cm diatas sampah yang dimasukkan tadi
    4. Masukkan lagi sampah berikutnya dan taburkan lagi bumbu kompos diatasnya, begitu seterusnya
    5. Kondisi sampah organik dalam komposter harus dijaga. Apabila terlalu kering harus disiram/semprotkan air, jika terlalu basah maka taburkan bumbu kompos secukupnya
    6. Apabila jerami/kardus alas sudah lapuk dan sampah sudah jadi kompos. Maka kompos akan turun kebawah melewati saringan
    7. Pemanenan kompos dilakukan lewat lubang pintu bawah. Sebelum digunakan kompos terlebih dulu dikering-anginkan.

CIRI-CIRI KOMPOS YANG MEMPUNYAI KUALITAS BAIK

  1. Tidak berbau busuk, tetapi berbau tanah.
  2. Warna kehitaman atau coklat kehitaman
  3. Suhu sama dengan suhu tanah (30-32°C)
  4. Kadar air 30-40 %
  5. Keasaman (PH) 6,8 – 7,5
  6. Jika di masukkan kedalam air seluruhnya tenggelam, warna air jernih, jika sebagian besar mengambang berarti ada bahan yang tidak menjadi kompos (dari pembusukan/pembakaran sampah), jika airnya keruh berarti mengandung air lindi dari pembusukan sampah.
  7. Jika digunakan untuk pupuk, tidak tumbuh tanaman yang tidak dikehendaki (gulma), tanaman lebih subur.

MANFAAT KOMPOS

  • Menggemburkan tanah, menyimpan oksigen, mengikat air
  • Kaya berbagai unsur nutrisi tanaman seperti N, C, phospor, kalium, magnesium yang dilepaskan perlahan-lahan
  • Dapat diberikan kapan saja, berapa saja.
  • Dapat dicampurkan dalam pakan ternak karena kandungan Lactobacillus