Jika Anda memiliki hewan ternak, maka tidak wajib mengeluarkan zakatnya kecuali jika telah terpenuhi beberapa syarat:
  1. Mencapai nishab,
  2. Kepemilikannya mencapai satu tahun, dan
  3. Hewan ternak tersebut tergolong sa’imah, yakin digembala di tempat terbuka dan bebas pada kebanyakan masanya sepanjang tahun.
Artinya, jika makanan ternak Anda disediakan maka tidak perlu mengeluarkan zakatnya.
Hewan ternak yang wajib dikeluarkan zakatnya ada tiga jenis, yakni unta, sapi, kambing.
Zakat Unta
Nishab Zakat Unta
Unta tidak wajib dikeluarkan zakatnya apabila jumlahnya kurang dari 5 ekor. Ini berdasarkan sabda Rasulullah saw;
”Unta yang kurang dari lima ekor tidak dikenakan zakat.” (H.R Bukhari dan Muslim)
Aturan Pengeluaran Zakat Unta
Jumlah unta dan zakat yang dikeluarkan setelah satu tahun, 5-9 ekor unta zakatnya 1 ekor kambing. 10-14 ekor unta zakatnya 2 ekor kambing, 15-19 ekor unta zakatnya 3 ekor kambing, 20-24 ekor unta zakatnya 4 ekor kambing, 25-35 ekor unta zakatnya Bintu Makhadh (unta betina berusia berusia 1 tahun), 36-45 ekor unta zakatnya Bintu Labun (unta betina berusia 2 tahun), 46-60 ekor unta zakatnya, Haqqah (unta betina berusia 3 tahun) , 61-75 ekor unta zakatnya Jadz’ah (unta betina berusia 4 tahun), 76-90 ekor unta zakatnya 2 ekor Bintu Labun, 91-120 ekor unta zakatnya 2 ekor Haqqah, 121-(lebih) ekor unta zakatnya 1 ekor Bintu Labun pada tambahan setiap 40 ekor unta dan 1 ekor Haqqah pada tambahan setiap 50 ekor unta.
Zakat Sapi
Nishab Zakat Sapi
Sapi tidak wajib dikeluarkan zakatnya bila jumlahnya kurang dan 30 ekor. Mu’adz ra. berkata, ”Rasulullah saw. mengutusku ke Yaman. Beliau menyuruhku mengambil (zakat) sapi, dari setiap 40 ekor diambil seekor musinnah (sapi betina berusia 2 tahun) dan dari setiap 30 ekor sapi diambil seekor sapi tabi’ (sapi jantan berusia 1 tahun) atau tabi’ah (sapi betina berusia 1 tahun).
Aturan Pengeluaran Zakat Sapi
Jumlah sapi dan zakat yang dikeluarkan setelah satu tahun 30-39 ekor sapi zakatnya Tabi’ atau Tabiah (sapi berusia 1 tahun), 40-59 ekor sapi zakatnya Musinah (sapi betina berusia 2 tahun), 60 ekor sapi zakatnya 2 ekor Tabi’.
Jika jumlahnya lebih dari 60 ekor, maka dari setiap tambahan 30 ekor sapi diambil 1 ekor Tabi’ dan dari setiap tambahan 40 ekor sapi diambil 1 ekor Musinnah.
Zakat Kambing
Nishab Zakat Kambing
Tidak wajib mengeluarkan zakat kambing bila jumlahnya kurang dari 40 ekor.
Aturan Pengeluaran Zakat Kambing
Jumlah kambing dan zakat yang dikeluarkan setelah satu tahun 40-120 ekor kambing zakatnya 1 ekor kambing, 121-200 ekor kambing zakatnya 2 ekor kambing, 201-300 ekor kambing zakatnya 3 ekor kambing. Jumlah 300 – (lebih) dari setiap tambahan 100 ekor diambil 1 ekor kambing sebagai zakatnya.
ZAKAT USAHA PETERNAKAN MODERN
Usaha peternakan modern saat ini berbeda dengan peternakan zaman dahulu. Peternakan saat ini lebih fokus pada daging dan susunya daripada pembiakan. Selain itu, sistem pemberian makanannya tidak lagi di padang gembala, tetapi diurus oleh para pekerja yang menanganinya.
Untuk usaha peternakan yang diambil dagingnya atau susu perahannya, ada empat pendapat yang beragam, yaitu sebagai berikut.
  1. Zakatnya adalah zakat perniagaan. Cara menghitungnya, semua nilai binatang ternak yang ada plus hasilnya. Bila nilai semuanya mencapai nisab (senilai 85 gram emas murni) dan genap satu tahun, maka dikeluarkan zakatnya 2,5%. Ulama yang sependapat dengan pandangan ini adalah DR. Ahmad al-Kurdi dan DR. Muhammad Raf’at Usman Pendapat ini mengkuti salah satu pendapat ulama klasik, yaitu Jalaluddin al-Muhammad dalam Syarh Minhajut-talibin.
  2. Untuk binatang ternaknya, zakat yang dikeluarkan adalah zakat binatang ternak. Sedangkan zakat dari susu hasil perahan adalah zakat perniagaan. Alasan kenapa susu perahnya terkena zakat karena kepemilikan binatang ternak itu untuk diambil hasilnya lalu dijual. Dengan demikian , baginya berlaku hukum zakat barang dagangan.
  3. Apabila kepemilikan atas binatang ternak itu untuk diambil hasilnya (susu), maka tidak ada kewajiban atas binatang ternaknya. Zakat cukup dikenai pada hasilnya (susu yang diperah). Sistem zakat hasil perahannya adalah zakat emas dan perak. Jika nilai hasil perahannya mencapai 85 gram emas, maka zakatnya 2,5%.
  4. Zakat dikeluarkan dari hasil peternakan itu, bukan ternaknya. Hanya saja, sistem zakatnya adalah zakat madu atau pertanian. Nisabnya senilai dengan 653 kilogram beras. Prosentase zakatnya 10% setelah dikurangi biaya operasional. Pendapat keempat merupakan pendapat Syekh Yusuf Al-Qardhawi di mana sebagian besar lembaga zakat di Indonesia mengikuti pendapat beliau.

 

Sumber : Fiqih Sunah untuk Wanita oleh Abu Malik Kamal bin Sayyid Salim dan PANDUAN ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf) PRAKTIS oleh Abdul Rochim, Lc.