Kulon Progo, The Jewel of Java, adalah salah satu kabupaten di Propinsi D.I.Yogyakarta yang selain terkenal dengan makanan khas tradisionalnya yaitu geblek, juga menyuguhkan berbagai tempat wisata yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi. Berbagai macam wisata ada di sini, mulai dari wisata air (pantai, waduk, air terjun, danau) hingga perbukitan seperti: bukit Kalibiru, kebun teh, puncak, gua-gua peninggalan zaman dahulu serta kebun buah naga dan lokasi sentra batik. Selain jaraknya dekat dengan Kota Jogja dan Kabupaten Bantul, kemudahan akses ke lokasi wisata juga mendukung. Sangat tepat pada tahun ini GEMI Kantor Bantul mengadakan wisata keluarga ke kabupaten tetangga ini.

Berawal dari aspirasi anggota GEMI yang menginginkan wisata bersama, Pengurus dan Manajemen sangat mengapresiasi hal tersebut hingga menjadi sebuah program kerja. Dengan cara menabung setiap minggunya, anggota dapat mengumpulkan dana untuk biaya wisata. Mulai dari Rp 2.000,00 per minggu, dalam satu tahun telah terkumpul kurang lebih Rp 100.000,00. Dengan jumlah nominal uang tersebut ternyata mampu mencukupi untuk mengunjungi beberapa destinasi wisata di Kulon Progo. Akhirnya, pada Minggu, 6 November 2016, telah dilaksanakan wisata keluarga GEMI Kantor Bantul, dengan menggunakan tiga bus, dengan jumlah peserta sebanyak 146 orang dewasa, tidak terhitung dengan anak-anak yang menjadi peserta tambahan.

Berangkat pada pukul 08.15, tiga bus menuju ke destinasi pertama, yaitu Pantai Glagah 2 dan 1. Sesampainya di Pantai Glagah, para peserta dikumpulkan di pendopo pantai dengan acara perdana tukar menukar kado yang sudah disiapkan dari rumah masing-masing. Sesi pembukaan dikawal oleh Bapak Gaib A., sedangkan sambutan oleh Manajer GEMI Kantor Bantul Ibu Sudartini dan Ketua Koperasi GEMI Ibu Ekantini. Dalam sambutan Ibu Ekantini, beliau menyampaikan bahwa agenda ini bisa dimanfaatkan untuk saling bersilaturahim dan menambah saudara. Selain itu, beliau berpesan untuk selalu semangat dan terus berkarya. Di sesi pembagian dorprize, peserta diberi pertanyaan seputar GEMI dan diminta untuk memberikan kesan dan pesan selama menjadi anggota GEMI. Salah satu peserta mengemukakan bahwa, “Di GEMI kami selalu diajarkan untuk disiplin dan bertanggung jawab. Semoga ke depannya usaha kami semakin lancar dan maju dengan pembiayaan dari GEMI,” ujarnya dengan penuh semangat.

Di Pantai Glagah 1, peserta dapat menikmati keindahan laguna dan disediakan kapal atau sepeda kayuh untuk mengelilinginya. Selain itu karena Pantai Glagah memiliki ombak yang cukup tinggi, di pinggir pantai dipasang tetrapod untuk memecah ombak. Inilah salah satu keunikan dari Pantai Glagah yang tidak dimiliki oleh pantai lainnya. Setelah peserta puas menikmati wahana dan pemandangan yang ada, mereka berburu oleh-oleh khas pantai Glagah. Mulai dari masakan udang, ikan, undur-undur laut, dan makanan khas lainnya.

Lokasi kedua adalah Hutan Mangrove. Di sini kami dapat berkeliling melalui jembatan Api-api  yang dibangun dengan kayu dan bambu. Jembatan ini sangat unik, hanya dengan material kayu dan bambu serta dibuat bertingkat. Jembatan bagian atas digunakan untuk wisatawan yang akan masuk ke Hutan Mangrove, sedangkan jembatan bawah digunakan untuk wisatawan yang pulang dari Hutan Mangrove. Karena cuaca yang terik, kami bergegas untuk berpindah ke lokasi ketiga yaitu Waduk Sermo.

Di Waduk Sermo, kami disuguhi waduk nan luas dengan hamparan pepohonan menghijau yang mengelilingi waduk. Destinasi ini menyajikan keindahan panorama waduk, lengkap dengan kapal-kapal yang dapat disewa untuk mengelilingi waduk. Tidak lupa di lokasi ini, kami menunaikan sholat ashar dan berfoto bersama. Di bawah ini adalah foto bersama sebagian peserta wisata dengan view bukit di Waduk Sermo.

Rihlah GEMI Bantul

Pukul 16.20, kami bersiap untuk pulang. Diwarnai dengan canda tawa ibu-ibu dalam bis dengan panitia, menjadi moment tersendiri bagi kami hingga tiba di kantor kembali. Semoga yang kami lakukan ini akan memperkuat tali silaturahim antara anggota, manajemen dan karyawan Koperasi GEMI. Semoga tulisan ini bermanfaat (DS).