Anda sudah pernah mengetahui tanaman pegagan? Tanaman liar yang biasa tumbuh di sawah dan daerah lembab ini ternyata bisa diolah menjadi cemilan yang enak dan menyehatkan. Pegagan atau Centella asiatica adalah tanaman tropis yang hidup merambat dan berbunga sepanjang tahun. Masyarakat mengenal tanaman ini dengan nama antanan atau daun kaki kuda. Terdapat empat jenis tanaman pegagan, yaitu: antanan kembang, antanan beurit, antanan gunung, dan antanan air.


Sejak zaman dulu, tanaman pegagan diketahui memiliki berbagai khasiat, diantaranya: melancarkan peredaran darah,  menurunkan tekanan darah, peluruh kencing, penurun panas, menghentikan pendaharan, meningkatkan syaraf memori, anti bakteri, anti alergi, dan sebagainya. Daun pegagan bisa dikonsumsi secara langsung sebagai lalapan atau dikonsumsi sebagai obat dengan cara direbus, dibuat kapsul dan juga serbuk.

Seiring berjalannya waktu, banyak orang tertarik mengembangkan berbagai inovasi pangan. Salah satu indikasinya adalah semakin beragamnya alternatif makanan sehat. Gemi Maal bersama ibu-ibu LKP (Lembaga Keuangan Perempuan) Makmur Bersama yang berada di Dusun Jatirejo, Lendah, Kulonprogo mengadakan pelatihan pembuatan keripik pegagan.

Pembuatan keripik pegagan sendiri tidak jauh berbeda dengan pembuatan keripik bayam, keripik singkong dan lainnya. Namun, pada pelatihan kali ini kami mengundang pelatih dari Kopsyah (Koperasi Syariah) Gemi cabang Magelang, yakni ibu Suwarti yang sudah berpengalaman membuat keripik. Keistimewaan keripik kali ini adalah tepung yang dibuat khusus untuk mengolah keripik, peyek, bahkan untuk membuat ayam goreng tepung krispi.

Jenis pegagan yang dipilih adalah pegagan/antanan kembang yang daunnya lebar dan tidak terlalu muda ataupun tua. Pengolahan keripik ini dimulai dengan membersihkan daun pegagan dengan air mengalir sampai bersih. Kemudian disiapkan tepung khusus yang dicampur dengan bumbu, air secukupnya, dan bahan-bahan lainnya. Setelah itu, daun pegagan dimasukkan ke dalam adonan tepung satu persatu, kemudian digoreng ke dalam minyak yang sudah mendidih. Goreng pegagan sambil dibolak-balik, jika sudah agak kecoklatan angkat dan tiriskan di atas kertas/tissue untuk menyerap sisa-sisa minyak.

Selama pelatihan ibu-ibu LKP Makmur Bersama sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Pada percobaan pertama pembuatan keripik ini cukup memuaskan. Keripik pegagan yang dihasilkan memiliki tekstur yang krispi, enak, dan gurih. Selain enak, keripik pegagan memiliki khasiat yang luar biasa. Untuk itu ke depannya, ibu-ibu LKP Makmur Bersama bisa menghasilkan produk lokal yang berkualitas dan bisa dipasarkan sebagai oleh-oleh khas Kulonprogo yang tentunya mampu bersaing dengan produk-produk olahan sejenisnya.