Para Peserta Kegiatan Pelatihan Pengembangan LKP
Pada Rabu, tanggal 28 Oktober 2015, YP2SU dan ASPPUK mengadakan kegiatan yang dinamakan dengan “Pelatihan Penguatan Perempuan Sortasi Melalui Pengembangan LKP (Lembaga Keuangan Perempuan)”. Pelatihan ini diadakan di Desa Wahyuharjo, Kulonprogo, DIY. Acara ini menghadirkan narasumber dari Koperasi GEMI, lembaga yang mempunyai pengalaman di bidang Keuangan Perempuan. Narasumber tersebut adalah Ibu Esaputri Purwandari, Ibu Suny Amry dan Sudartini. 
Acara ini dimulai pada pukul 08.00 , dengan dimulai pembukaan dari ASPPUK, diikuti dengan Workshop sesi I yang dibawakan oleh Ibu Sudartini yang membawakan tema; “Analisa Pembiayaan”
———
 

Ibu Sudartini sedang menyampaikan materi “Analisa Pembiayaan”

ANALISA PEMBIAYAAN
Analisa Pembiayaan disampaikan karena hal yang paling penting dalam mengelola keuangan perempuan, sehingga uang dapat terus menerus berputar. Karena yang dinamakan dengan “Analisa Pembiayaan” adalah suatu kegiatan yagn dimaksudkan untuk meneliti sejauh mana permohonan dapat dipertimbangkan dan disetujui. Dalam masalah simpan pinjam uang, hal yang paling ditakuti oleh lembaga keuangan manapun, baik dalam skala besar atau skala kecil, adalah masalah tunggakan utang.
Menurut Ibu Sudartini, sebelum uang dipinjamkan ke seseorang untuk usaha, harus diselidiki dulu siapa calon peminjamnya. Apakah orangnya punya pengalaman yang bagus dalam masalah simpan meminjam uang, ataukah menilai seberapa tingkat kejujurannya. Karena banyak orang yang bermasalah dengan komitmen peminjaman uang. Kedua yang perlu diperhatikan adalah untuk apa uang pinjaman tersebut, dan menilai apakah uang yang dipinjamkan itu benar-benar bisa dikembalikan atau tidak.
Untuk menilai apakah seseorang itu berhak mendapatkan pinjaman atau tidak, adalah hal yang relatif sulit, karena harus ditunjang dengan kapasitas dan pemahaman pengelola. Dalam masalah menilai seseorang layak mendapat pinjaman atau tidak, Ibu Sudartini menyampaikan setidaknya meliputi 5 hal, yaitu;
     1.       Karakternya. Seorang ibu hendaknya mengetahui secara betul kepribadian calon peminjam. Hal itu bisa dilakukan dengan jalan bertanya-tanya kepada orang lain. Jika tidak mengenalnya, maka kemungkinan terjadi kesulitan pengembalian. Karena banyak orang yang punya track record buruk dalam masalah pinjam meminjam, tetapi tetap melakukan peminjaman di banyak tempat. 
     2.       Kapasitasnya. Seorang harus mengetahui betul seberapa kapasitas atau kemampuan seseorang dalam mengelola keuangannya, termasuk usahanya, sehingga ia tepat waktu (disipilin mengembalikan pinjaman). Ada kalanya seseorang tersebut jujur, tetapi tak dapat mengelola keuanganya secara bagus, sehingga ia kesulitan dalam mengembalikan pinjaman.  Hal ini dapat dilihat dari pengalaman seseorang dalam emngelola keuangan usahanya.
    3.       Modalnya. Seorang harus mengetahui seberapa kas, omzet harian, dan prospek usaha dari calon peminjam, dinilai dulu kelayakan usahanya, apakah ke depan prospektif atau tidak. 
    4.       Jaminannya. Dengan adanya jaminan, maka seorang calon peminjam lebih termotivasi untuk mengembalikan pinjaman daripada tanpa jaminan sama sekali. Sehingga ketika mau memberikan pinjaman, seorang ibu hendaknya bertanya apa yang hendak dijadikan jaminan, jika calon peminjam tidak dapat mengembalikan pinjaman. Makanya, harus ada perjanjian (akad) yang harus disepakati kedua belah pihak, biar masalah dapat diselesaikan secara lebih jelas. Dalam masalah jaminan, juga penting dilakukan penilaian terhadap obyek jaminan. Apakah memang bener-bener valuable (barang yang benar-benar bermanfaat) atau tidak. Menilai seberapa nilai barang jaminan (perkiraan harga), dst.
    5.       Kondisi ekonomi. Kondisi eksternal ekonomi bangsa Indonesia, seperti terjadinya kenaikan harga-harga pasaran, inflasi, dan sebagainya.
Selain dengan metode penyampaian materi, dalam sesi ini juga dengan metode pembentukan kelompok, diskusi per kelompok, serta presentasi yang dibawakan oleh masing-masing perwakilan kelompok, untuk maju ke depan menjelaskan hasil diskusi kepada semua peserta yang hadir
———
Acara selanjutnya adalah Ishoma (Istirahat, Sholat dan Makan). Selepas ishoma, satu jam kemudian Dilanjutkan dengan workshop “Renstra” atau REncana Strategis yang diisi oleh Ibu Sunny Amri. 
PERENCANAAN STRATEGIS
Ibu Sunny Amry sedang membawakan tema “Perencanaan Strategis”
Dalam sesi II ini Ibu Sunny Amri menjelaskan pentingnya Visi dan Misi yang dimiliki oleh lembaga atau apapun organisasinya. Visi itu menyangkut masalah mimpi, karena dari mimpi semuanya bermula. Dari mimpi harus dimatangkan dengan perencanaan strategis. 
Untuk memulai perencanaan strategis pelu mematangkan pilihannya terlebih dahulu, terutama berdasarkan potensi yang dimilikinya. Karena tak semua pilihan dan keinginan, dapat diraih secara mudah. Oleh karena itu perencanaan strategis adalah suatu proses mengembangkan dan memelihara strategi yang tepat antara tujuan dan kemampuan kelompok dengan peluang pemasaran yang terus menerus berubah.
Dalam perencanaan strategis perlu dikembangkan target-target selama beberapa tahun ke depan, atau membuat platform (rencana program) jangka panjang, yang di brackrown dalam program-program kerja. Baik itu program kerja tahunan, dan dari tahunan dibrackdown dalam program kerja bulanan. Sebelum membuat platform perlu dibuat terlebih dahulu apa sih tujuan ideal dari organisasi/usaha yang hendak kita bentuk. 
Dengan adanya visi, akan mampu menjadikan organisasi daya trik yang sangat kuat, untuk mencapai perubahan yang diinginkan. Selain menentukan visi, tapi juga misi, yang menekankan pada apa yang harus diemban, dan yang dilakukan oleh pihak manajemen koperasi. Oleh karena itu untuk menentukan visi dan misi, perlu melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan, yaitu manajer, pengurus dan anggota, sert mitra, seperti birokrasi (seperti ; aparat pedesaan) maupun akademisi.
Agar tujuan koperasi dapat terealisasi, maka tujuan tersebut harus diterima oleh berbagai pihak dan memiliki fleksibilitas (mudah disesuaikan dengan perubahan). Tujuan sebisa mungkin dapat terukur dengan indicator (ukuran yang jelas dan dapat dinyatakan dengan angka). Untuk itu penting kiranya untuk menentukan program kerja.
Yang dinamakan program kerja atau program kegiatan adalah sekumpulan kegiatan-kegiatan nyata, yang sifatnya sistematis dan terpadu yang dilakukan oleh koperasi, guna mencapai sasaran dan tujuan koperasi Jasa keuangan yang telah ditetapkan. Tujuan atau sasaran yang dicapai adalah meningkatkan kesejahteraan anggota, maka diperlukan planning kegiatan apa yang sekiranya dilakukan ke depan agar kesejahteraan para anggotanya dapat lebih baik. 
Agar tujuan dapat tercapai dan realistis, maka perlu dilakukan analisa, yang dikenal dengan analisa SWOT, Yaitu analisa mengukur kemampuan diri (internal) maupun lingkungan (eksternal). Yaitu meliputi apa potensi yang kita miliki, apa kelemahan yang ada pada diri kita, apa kesempatan yang dimiliki oleh kita, apa halangan yang mungkin atau sangt mungkin terjadi ke depan yang akan jadi aral dalam usaha kita untuk merealisasikan tujuan. Dari analisis ini, kita menentukan pematangan rencana kegiatan.
Selain menentukan langkah apa yang hendak diambil (planning), usaha apapun (termasukkoperasi) perlu memikirkan sisi marketing. Dengan cara menetapkan pangsa pasar, atau sasaran. Agar produk (apa yang kita tawarkan), sesuai dengan kebutuhan mereka. Atau mengatur produk agar mendapat tempat yang jelas. Untuk menarik minat, maka perlu meningkatkan kualitas produk yang kita hasilkan. Semakin berkualitas, maka semakin tinggi daya tarik pasar terhadap produk yang kita hasilkan. Selain itu juga harus menentukan harga yang tepat, jangan sampai terlalu murah, sehingga usaha kita tidak menghasilkan laba, tetapi juga tidak terlalu mahal, sehingga pasar tidak merespon terhadap tawaran kita. Hal yang menentukan lainnya, adalah kepada siapa dan dimana produk kita tawarkan. Serta promosi atau tindakan yang ditemupuh untuk menawarkan barang kepada pihak lainnya. Promosi bisa berupa penawaran langsung (direct marketing), atau dengan cara membagi brosur, dan seabgainya. 
Usaha apapun perlu mempertimbangkan banyak hal, seperti ; asset yang dimiliki (seperti tanah, gedung, peralatan, dank as) yang dipunyai. SDM yang akan melaksanakan kegiatan usaha, dana yang dibutuhkan, dan kinerja organisasi.  Menetapkan SDM sangat penting, karena perlu dicari SDM yang unggul yang memiliki kriteria tertentu  untuk menjalakan kegiatan operasional. Misalnya masalah kepandaian, kejujuran dan loyalitas. Kepandaian diperlukan agar seorang dapat memahami kinerja perusahaan (koperasi), kejujuran dan loyalitas tidak kalah pentingnya. 
Rencana Anggaran Biaya operasional operasi perlu disusun, karena sebagai alat untuk memonitor kegiatan kelompok. Jangan sampai kegiatan menghabiskan dana sulit terkendali. Segala sesuatu mestinya dapat dikontrol dan dikalkulasi.
 ——
Dalam sesi tersebut, di tengah acara, pemateri memberikan triks mengatasi kejenuhan para peserta dengan ice breaking. Yang diisi dengan permainan Jika- Maka. Dalam sesi ini juga diisi dengan diskusi antar kelompok, untuk membuat rencana program usaha. Menentukan usaha apa yang hendak mereka laksanakan, berapa besar pembiayaannya, bagaimana strategi pemasarannya, prediksi hasil dalam setahun atau bulanan. 
Setelah materi ini, diisi oleh pemateri berikutnya di sesi terakhir, yaitu dari Ibu Esaputri Purwandari yang membawakan tema “PENGEMBANGAN USAHA”.
—————–
PENGEMBANGAN USAHA
Ibu Esaputri Purwandari sedang membawakan materi “Pengembangan Usaha”
Dalam sesi ini, Ibu Esaputri Purwandari menjelaskan pengembangan usaha secara global, dari tahap pengenalan, pertumbuhan, kedewasaan sampai penurunan. Pada tahap pengenalan, masyarakat belum lah mengenal bagaimana usaha yang kita kembangkan. Oleh karena itu, butuh SDM yang benar-benar mampu dalam memasarkannya atau mendistribusikan produk. Dalam tahap ini, diperlukan biaya relatif tinggi untuk promosi. Begitu juga dengan koperasi, pada tahap awal, masyarakat belum mengenal apa nama lembaga yang akan kita dirikan, jenis usahanya apa, dan sebagainya. Baru ketika kita mengenalkan siapa dan apa produk kita, mereka baru paham, lalu sebagian dari mereka tertarik produk yang kita tawarkan.
Tahap selanjutnya yaitu tahap pertumbuhan. Pada tahap ini, produk kita mulai dikenal dan diterima oleh masyarakat. Pada tahap ini dimulailah tahap peningkatan kualitas. Karena jika tidak, banyak pesaing yang bersaing dengan kita dalam meraih pelanggan (customer). Dalam iklim persaingan yang biasa dalam usaha apapun, maka diperlukan pencarian sasaran pasar baru, dan menunjukkan ciri khas yang berbeda dengan produk LKP lainnya. Ketika kita eksis di tengah persaingan, dan relatif memenangkan persaingan pasar, maka usaha menuju tahap berikutnya, yaitu tahap pendewasaan.
Pada usaha yang teah meningkat, maka mereka cenderung mempertahankan pasar. Produk semakin berkembang, tetapi biaya juga ditingkatkan untuk mempertahankan customer. Di sisi lainnya, mereka juga giat membutuhkan modifikasi produk dan modifikasi sistem pemasaran. Jika tidak, maka akan terjadi tahap penurunan. 
Tahap penurunan ditandai dengan semakin lemahnya permintaan kepada produk-produk ktia. Menurunnya omzet dan laba, karena pasar mulai jenuh, produk dari pesaing semakin berkembang. Untuk mengatasi hal ini, harus terus menerus melakukan inovasi produk terbaru.
—-
Setelah selesai membawakan materinya, acara ini dilanjutkan dengan penutupan, selesai pada pukul 16.00 sore. Acara selanjutnya akan diselenggarakan pada Hari Jum’at pada tanggal 30 Oktober 2015, di tempat dan waktu yang sama.