CERITA TENTANG USAHA SAYUR MAYUR IBU SUMARTINAH

Ibu Sumartinah adalah anggota GEMI sejak 5 tahunan yang lalu. Rumah tinggal Ibu Sumartinah berada di Kampung Kalangan, Umbulharjo, Yogyakarta. Untuk sampai ke rumah Ibu Sumartinah, dari eks-Terminal Umbulharjo ke arah utara, dan memasuki gang dan gang sempit. Keseharian Ibu Sumartinah adalah sebagai ibu Rumah Tangga. Meski tergolong sudah ‘sepuh’, tetapi sebagai perempuan mandiri, ia menjalankan usahanya untuk mencukupi kebutuhan keluarga. 
Usaha yang dijalankannya adalah berjualan sayur mayur keliling dengan menggunakan gerobak. Ia berjualan dari waktu dinihari sampai siang hari. Rata-rata pedagang kelas menengah ke bawah, menjajakan makanannya. Dalam kehidupan rakyat kecil jawa, terdapat sebuah petuah bijak (kearifan lokal) yang dianut ‘bangun pagi, biar rejeki tak dipathok ayam’. Sebuah petuah, meski bernarasi ‘mitos’, tetapi pada kenyataan, hal ini bersumber dari pengalaman kehidupan sehari-hari.
Sebagai pedagang kecil, modal adalah salah satu kebutuhan utamanya. Modal adalah kebutuhan yang tiap kali diidamkan oleh para pengusaha kecil yang dimiliki oleh kaum ibu, jika Tim GEMI, mengajak berdialog dengan mereka secara langsung, tentang apa yang mereka inginkan. Lewat GEMI, Ibu Sumartinah meminjam modal 800 ribu, sebagai modal untuk membeli bahan-bahan dagangannya (berupa sayur mayur). 
(Gerobak yang dipakai Ibu Sumartinah untuk berjualan sayur keliling)
Hasil dari usaha penjualan sayur mayur keliling ini, ia mendapatkan hasil laba bersih lebih dari 500 ribu per hari. Relatif cukup membantu biaya pengeluaran keluarganya, yang sebulan rata-rata mengeluarkan 1,5 juta rupiah, dengan tanggungan dua orang. Ke depan, ia berharap GEMI dapat membantu memfasilitasi pelatihan Pemasaran Usaha, agar usaha dagangannya cepat laris, dan mampu menghasilkan laba yang lebih banyak.