REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Bank Syariah Mandiri (BSM) bersama Laznas BSM menyalurkan Qardh dan pemberian beasiswa dengan total Rp 100 juta.
Bantuan ini diserahkan Kepala Cabang BSM Yogyakarta, Dedy Suryadi Dharmawan pada iB Vaganza di Mall Malioboro, Yogyakarta, Jumat (21/2).

“Ini sebagai bagian dari kegiatan corporate social responsibility (CSR) BSM,” kata Dedy Suryadi di Yogyakarta, Jumat (21/2).

Dijelaskan Dedy, BSM bersama perbankan syariah menyelenggarakan iB Vaganza di Mall Malioboro Yogyakarta, Kamis-Ahad 20-23 Februari 2014. Acara ini merupakan salah satu upaya untuk memasyarakatkan perbankan syariah.

Lebih lanjut Dedy mengatakan penyaluran Qardh diberikan kepada pelaku usaha mikro GEMI (Gerakan Ekonomi Kaum Ibu) dan Pedagang Kaki Lima KOMABA (Komunitas Abu Bakar Ali Yogyakarta).

Besarnya bantuan kepada pelaku usaha mikro senilai Rp 50 juta, sedangkan beasiswa kepada siswa Madrasah Ibtidaiyah senilai Rp 50 juta.

iB Vaganza, kata Dedy, dibuka Kamis (20/11/2013) lalu oleh Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti. Sedangkan rangkaian kegiatan digelar di Mal Malioboro Yogyakarta, 20-23 Februari 2014.

“Event ini merupakan rangkaian kegiatan sosialisasi perbankan syariah, melengkapi berbagai program yang sudah dan terus dilaksanakan oleh Working Group Marcom Perbankan Syariah. iB Vaganza diikuti oleh seluruh bank umum syariah dan unit usaha syariah perbankan di kota Yogyakarta,” kata Dedy.

Menurut Dedy, sejak 2003, BSM Yogyakarta terus memperluas layanan terhadap masyarakat di Yogyakarta. Untuk memperluas jangkauan layanan, BSM Yogyakarta terus membuka outlet baru.
Saat ini telah memiliki 17 outlet dengan perincian 11 KCU, 9 KCP, 3 Kantor Kas, dan 4 Payment Point baik di dalam Kota Yogyakarta maupun di luar Kota Yogyakarta seperti Sleman, Bantul dan Wonosari.

BSM Yogyakarta melayani semua kalangan masyarakat maupun para pelaku bisnis, meliputi pembiayaan korporasi, komersial, dan sektor UMKM. Selain itu, BSM juga melayani pembiayaan Gadai Emas dan Talangan Haji.

Asset BSM Yogyakarta per 31 Desember 2013, kata Dedy, mencapai Rp 956,562 miliar. Pembiayaan yang disalurkan BSM Yogyakarta mencapai angka Rp 482,482 miliar dan ditargetkan menembus angka Rp 1,2 triliun sampai akhir tahun 2014.
Sedangkan dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun BSM Yogyakarta mencapai lebih dari Rp 884,946 miliar.