Sumber : http://www.haluankepri.com
SELATPANJANG (HK)– Kaum perempuan memiliki peran yang sangat besar dalam pembangunan. Baik dalam proses penularan program kesejahtaraan masyarakat, kesehatan maupun pendidikan. Menyikapi hal itu, Pemkab Kepulauan Meranti menjadikan program pemberdayaan kaum perempuan menjadi salah satu prioritas dalam anggaran pembangunan tahun 2014 ini.
Ketua Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Kepulauan Meranti Dra. Nirwana Sari Irwan mengungkapkan hal ini, Selasa (13/1) menyikapi terbatasnya kegiatan-kegiatan pemberdayaan perempuan di Meranti. Menurutnya, banyak program yang bisa dimaksimalkan dalam upaya memberdayakan kaum perempuan Meranti. Namun sayang, terbatasnya alokasi anggaran menyebabkan kegiatan pemberdayaan perempuan yang kita lakukan, tidak mampu menyentuh semua lini.

“Bayangkan saja, dengan jumlah kaum perempuan yang begitu besar bila diberdayakan secara maksimal, akan menjadi kekuatan yang sangat luar biasa. Tidak hanya dari sisi pembangunan peningkatan kesejahteraan keluarga, tapi disemua lini” ungkap Nirwana Sari.

Saat ini lanjut Nirwana, program-program pemberdayaan perempuan terfokus dalam kegiatan-kegiatan yang relatif kecil melalui PKK, maupun organisasi-organisasi perempuan. Hal ini tentunya sangat terbatas, pada komunitas kaum perempuan yang aktif di organisasi.

Sementara, ribuan kaum perempuan lainnya yang berada diluar koridor tak terjangkau. Kaum perempuan dipedesaan bergerak sendiri tanpa sentuhan pembinaan. Kondisi ini menjadikan potret kaum perempuan pedesaan di Meranti, seakan-akan terbiarkan tanpa sentuhan. Padahal,  kaum perempuan di pedesaan memainkan peran yang sangat besar disemua lini kehidupan sosial dan ekonomi.

Bukti konkritnya, hampir 40% dari petani-petani di Rangsang barat dan Rangsang Pesisir melibatkan kamum perempuan. Belum lagi para buruh perkebunan, pertanian yang setiap harinya beraktifitas menggerakkan roda ekonomi di pedesaan. Ini semua menjadi bukti betapa besar peran yang dimainkan perempuan-perempuan Meranti.

“Minimnya sentuhan pembinaan wawasan, menyebabksn kaum perempuan Meranti di pedesaan tenggelam dalam potret kemiskinan masyarakat pedesaan. Kaum perempuan seakan-akan dianggap menjadi beban, yang menjadikan potret kemiskinan semakin kental. Padahal, dalam realitasnya kaum perempuan di pedesaan turut tungkus lumus membangun kemandirian ekonomi keluargannya,” beber Ketua GOW Meranti yang juga Penggerak PKK kabupaten Kepulauan Meranti.

Untuk itu urai Nirwana, Pemkab Kepulauan Meranti harus menjadikan prorgam pemberdayaan perempuan sebagai salah satu sasaran prioritas pembangunan. Terbatasnya alokasi anggaran, menyebabkan instrumen pembinaan dan pemberdayaan yang di lakukan berbagai organisasi wanita di Meranti maupun PKK, tidak mampu menyentuh semua lini.

Dan yang lebih penting lagi, sebagai bagian dari modal pembangunan harusnya perogram pemberdayaan perempuan Meranti ini menjadi tanggung jawab semua satker. “Kita yakin, bila potensi perempuan Meranti ini diberdayakan secara maksimal, diberikan pembinaan dan ruang gerak yang lebih besar akan menjadi sumber kekuatan yang luar biasa. Meskipiun secara fisik lemah, namun dari sisi potensi kemauan, ketekunan, kegigihan dan komitmen perempuan Meranti memiliki kekuatan yang sangat besar. Persoalanya sekarang, selama ini tidak pernah disentuh dengan pembinaan dan pemberdayaan yang benar-benar profesional” tandas Nirwana sari yang juga Duta Sagu Meranti ini.(rus)